Bank Mandiri Sukses Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Pascaketegangan Geopolitik

0
42

Bank Mandiri kembali mencatatkan kinerja positif di pasar keuangan internasional melalui keberhasilan penerbitan surat utang global senilai USD 750 juta dengan tenor lima tahun dan tingkat kupon sebesar 5,25% pada 31 Maret 2026. Penerbitan ini juga mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribe) sebesar 3,3 kali, yang mencerminkan tingginya minat investor internasional terhadap Bank Mandiri.

Penerbitan ini menjadi signifikan karena Bank Mandiri merupakan emiten pertama dari Asia Tenggara yang kembali mengakses pasar obligasi internasional setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah pada akhir Februari 2026. Pencapaian ini sekaligus mencerminkan sinergi terintegrasi dalam memperkuat akses pendanaan global dan menjaga fleksibilitas struktur pendanaan perseroan.

Di tengah kondisi pasar yang sempat tertekan akibat pelemahan pada sesi perdagangan Amerika Serikat, Bank Mandiri menerapkan pendekatan pruden dengan menunggu momentum yang lebih kondusif saat pembukaan pasar Asia. Selain itu, Bank Mandiri mengimplementasikan strategi intraday execution untuk membatasi eksposur terhadap risiko pasar sekaligus mengoptimalkan momentum positif yang muncul.

Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas eksekusi transaksi serta memperoleh respons yang baik dari investor global. Hal tersebut didukung oleh rekam jejak Bank Mandiri sebagai penerbit aktif di pasar internasional dan hubungan yang kuat dengan basis investor, sejalan dengan upaya memperkuat keunggulan keberlanjutan perseroan.

Baca Juga :   Inilah Susunan Komisaris dan Direksi Bank Mandiri Terbaru

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menyampaikan bahwa tingginya minat investor mencerminkan kepercayaan global terhadap fundamental dan kinerja keuangan Bank Mandiri. Langkah ini turut menegaskan fondasi bisnis yang solid bank berkode emiten BMRI tersebut untuk mendorong akselerasi pertumbuhan di tengah dinamika pasar global.

“Hasil transaksi ini menunjukkan investor internasional tetap memiliki keyakinan terhadap fundamental Indonesia dan Bank Mandiri di tengah kondisi ekonomi makro dan dinamika geopolitik global yang menantang. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk keperluan korporasi secara umum guna mendukung pertumbuhan bisnis,” ujar Ari dalam keterangan resminya, Kamis (2/4).

Surat utang ini memperoleh peringkat BBB dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings, serta dicatatkan di Singapore Exchange. Tingginya kepercayaan investor tercermin dari distribusi yang terdiversifikasi, dengan alokasi kepada fund manager dan asset manager (85%), perbankan (8%), lembaga pemerintah dan sovereign wealth funds (3%), perusahaan asuransi (3%), serta private bank (1%). Berdasarkan wilayah, investor berasal dari Asia (69%), Eropa, Timur Tengah, dan Afrika/EMEA (26%), serta investor Amerika Serikat offshore (5%).

Baca Juga :   Akselerasi Kapasitas Bisnis UMKM, Penyaluran KUR Bank Mandiri Capai Rp 20,19 Triliun per Mei 2025

Diversifikasi investor tersebut mempertegas keunggulan berkelanjutan Bank Mandiri dalam menjaga kepercayaan pasar internasional melalui fundamental yang kuat dan strategi pendanaan yang disiplin. Transaksi ini didukung oleh DBS Bank Ltd., HSBC, J.P. Morgan, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered Bank yang bertindak sebagai Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics