Cinema XXI Catat Pendapatan Rp4,3 Triliun hingga Kuartal III-2025, Simak Faktor yang Mendongkraknya

0
62

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI) mencatat pendapatan sebesar Rp4,3 triliun hingga kuartal III tahun 2025. Adapun laba bersih mencapai sebesar Rp444,9 miliar. Pencapaian tersebut mencerminkan ketahanan Perseroan dalam menghadapi dinamika pasar yang menantang selama periode Januari hingga September 2025.

Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman menjelaskan bahwa Perseroan terus berkomitmen untuk fokus pada pertumbuhan bisnis melalui optimalisasi operasional, ekspansi bisnis yang terukur serta peningkatan kualitas layanan yang berkesinambungan.

“Dengan disiplin operasional dan inovasi berkelanjutan, kami berupaya untuk dapat menjaga kinerja hingga akhir tahun,” ujar Suryo.

Hingga September 2025, pertumbuhan pendapatan Perseroan meningkat 0,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meski di tengah penurunan jumlah penonton di Cinema XXI.

Kenaikan pendapatan terutama ditopang oleh kinerja positif pada kuartal II dan kuartal III 2025, yang masing-masing mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 18% dan 7% secara tahunan (year-on-year). Peningkatan kinerja tersebut didorong oleh kenaikan rata-rata harga tiket (average ticket price), seiring dengan meningkatnya okupansi pada kelas bioskop premium dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, terjadi peningkatan rata-rata belanja Makanan dan Minuman per penonton (F&B spending per head) pada dua kuartal terakhir, seiring meningkatnya jumlah penonton, variasi konten film nasional maupun internasional serta inovasi produk. Kombinasi faktor-faktor tersebut mampu menopang stabilitas pendapatan dan mengimbangi perlambatan yang terjadi pada kuartal I-2025, yang salah satunya dipengaruhi oleh faktor musiman (seasonality) dalam industri hiburan.

Baca Juga :   KAI: Boarding Face Recognition Diterapkan di Stasiun Gambir Mulai 1 September 2023

Pendapatan dari penjualan tiket bioskop masih menjadi kontributor utama dengan nilai sebesar Rp2,7 triliun atau sekitar 62% dari total pendapatan, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Segmen Makanan dan Minuman juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 0,7% menjadi Rp1,4 triliun, berkontribusi sekitar 34% terhadap total pendapatan. Selain itu, pendapatan dari digital platform mencatat pertumbuhan 27,9% menjadi Rp104,5 miliar, mencerminkan efektivitas dan relevansi strategi diversifikasi pendapatan Perseroan di era digital.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics