Harga Saham Menurun Drastis, Sido Muncul Gelar Buyback Senilai Rp192 Miliar
Ilustrasi/Balipost.com
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mengumumkan akan melakukan pembelian kembali saham (buyback).
Emiten jamu ini menyiapkan dana Rp192 miliar untuk buyback saham tersebut.
“Perkiraan jumlah lembar saham yang akan dibeli kembali kurang lebih sebesar 1,1% atau kurang lebih 320 ribu lembar saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan,” jelas manajemen SIDO, dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/6).
Dijelaskan bahwa pembelian kembali saham ini dilakukan dengan pertimbangan harga saham SIDO saat ini belum mencerminkan harga yang wajar berdasarkan kinerja Perseroan.
Pada perdagangan saham Jumat (20/6), harga saham SIDO berada di level Rp496 per saham, menurun sekitar 15% dibandingkan akhir tahun lalu (year to date) dan menurun sekitar 33% selama setahun terakhir (year on year).
Disebutkan bahwa Perseroan membatasi harga pembelian kembali saham sampai dengan harga maksimum Rp769 per lembar saham.
Pembelian kembali saham akan berlangsung selama tiga bulan yaitu mulai 23 Juni 2025 hingga 22 September 2025.
Perseroan berencana menyimpan saham yang telah dibeli kembali sebagai saham treasuri.
Manajemen menjelaskan, setelah pembelian kembali dilakukan, Perseroan dapat sewaktu-waktu melakukan pengalihan atas saham yang telah dibeli kembali tersebut sesuai dengan pasal 14 POJK No.13/2023, yaitu dilaksanakan setelah 30 hari sejak pembelian saham perusahaan terbuka dilaksanakan seluruhnya atau setelah berakhirnya masa pembelian kembali.
Selain itu, pengalihan saham hasil pembelian kembali juga akan merujuk pasal 21 POJK No.29/2023, yaitu antara lain dengan penjualan kembali baik melalui Bursa maupun luar Bursa, pengurangan modal, serta pelaksanaan program kepemilikan saham oleh karyawan dan/atau direksi dan dewan komisaris.
“Terkait dengan cara pengalihan atas saham yang telah dibeli kembali” tulis manajemen SIDO, “Perseroan memprioritaskan pilihannya pada mekanisme penjualan kembali melalui Bursa Efek Indonesia.”