Jasa Marga Catat Laba Inti Rp2,74 Triliun di Kuartal III-2025
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono/Dok. JM
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp14,52 triliun pada kuartal III tahun 2025. Pendapatan tersebut naik 4,83% dibandingkan kuartal III tahun 2024. Demikian juga dengan laba yang diraih Perseroan naik.
Jasa Marga menyebut pendapatan usaha didorong oleh kontribusi dari kinerja Pendapatan Tol sebesar Rp13,42 triliun dan kinerja Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp1,11 triliun.
Realisasi EBITDA Perseroan juga meningkat sejalan dengan peningkatan Pendapatan Usaha, yaitu mencapai Rp9,73 triliun atau tumbuh sebesar 4,93%, dengan realisasi EBITDA Margin yang terjaga dengan baik, dibandingkan dengan kuartal III tahun 2024 yaitu mencapai level 67,01%.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa Perseroan mencatatkan Laba Inti sebesar Rp2,74 triliun, tumbuh 5,02% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Capaian ini mencerminkan kekuatan fundamental Perseroan dalam menjaga performa bisnis secara konsisten,” kata Rivan dalam keterangannya.
Peningkatan laba inti ini didukung oleh pertumbuhan Pendapatan Usaha dan EBITDA Perseroan serta penurunan biaya keuangan secara konsolidasi sebesar 14,21% (YoY), sebagai dampak positif dari aksi korporasi Equity Financing di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang dilakukan oleh Perseroan pada kuartal IV Tahun 2024.
Jasa Marga optimistis dapat mempertahankan kinerja positif Perseroan di tahun 2025 dengan terus melakukan sejumlah inisiatif strategis dalam mengelola kesehatan finansial. Dari sisi top line, Perseroan memastikan target tumbuhnya pendapatan usaha dapat tercapai dengan mengupayakan penyesuaian tarif tol sesuai rencana bisnis dan meningkatkan pertumbuhan pendapatan Usaha Lain.
Hingga kuartal III tahun 2025, Perseroan masih memegang posisi market leader di industri jalan tol dengan total panjang jalan tol Jasa Marga Group yang telah beroperasi sepanjang 1.294 km yang merepresentasikan 42% jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia serta total konsesi jalan tol yang dikelola oleh Perseroan mencapai 1.736 km.