Nusantara Infrastructure Group Bukukan Pendapatan Rp216 Miliar hingga Kuartal III-2025

0
69

PT Nusantara Infrastructure Tbk (NI Group) secara konsolidasi membukukan pendapatan sebesar Rp216 miliar hingga kuartal III tahun 2025. Pendapatan tersebut turun sekitar 1% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai Rp218,1 miliar.

Demikian juga dengan laba bersihnya yang mengalami penurunan. Turun sebesar 27,5%. Dari laba bersih sebesar Rp105,4 miliar sepanjang 9 bulan pertama tahun 2024 menjadi Rp76,4 miliar.

EBITDA NI Group mencapai Rp58,8 miliar atau turun 2,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

NI Group juga menyampaikan bahwa sektor jalan tol melalui MUN tetap menjadi kontributor utama, mencatat pertumbuhan kinerja laba inti (core income) sebesar 71,7%, didorong oleh peningkatan traffic dan kontribusi dari portofolio Transjawa (Investasi di PT Jasamarga Transjawa Tol/PT JTT).

Adapun sektor air menunjukkan pertumbuhan positif dengan kenaikan volume penjualan sebesar 3,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didukung oleh ekspansi area penjualan baru di PT SCTK Serang dan penyesuaian tarif 10% di PT DCC Medan sejak Maret 2025.

Baca Juga :   Cinema XXI Catat Pendapatan Rp4,3 Triliun hingga Kuartal III-2025, Simak Faktor yang Mendongkraknya

Sementara itu, sektor energi mencatat penyesuaian volume sebesar -7,9% YoY, yang dipengaruhi oleh curah hujan tinggi di Pontianak yang mengganggu distribusi feedstock. Seperti PT RPSL, serta beberapa penyesuaian teknis pada operasional PT IME. Meski demikian, pengendalian biaya operasional (operational expenditure/OPEX) yang efektif membantu menjaga stabilitas EBITDA Grup.

NI Group menyampaikan bahwa dari sisi keuangan, arus kas bersih meningkat sebesar Rp26,19 miliar yang terutama disebabkan oleh penerimaan dividen dari entitas asosiasi MUN, sebesar Rp53,80 miliar. Total aset tumbuh 0,7% YoY menjadi Rp4,64 triliun, sementara total liabilitas turun dari Rp574,81 miliar menjadi Rp523,88 miliar, dan ekuitas meningkat menjadi Rp4,12 triliun per 30 September 2025. Hasil perhitungan rasio covenant keuangan menunjukkan posisi likuiditas dan struktur modal yang sehat, current ratio 1,90x, mengindikasikan aset lancar cukup untuk menutupi kewajiban lancar. Dan debt to equity ratio 0,13x, mencerminkan struktur modal yang konservatif.

“Capaian ini menunjukkan bahwa konsistensi dan ketahanan operasional menjadi faktor utama dalam menjaga kinerja Perusahaan di tengah dinamika ekonomi. Kami berupaya menjaga keseimbangan antara profitabilitas, keberlanjutan, dan inovasi. Fokus kami bukan hanya pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan fondasi jangka panjang yang kuat bagi Perusahaan,” kata Indah D.P. Pertiwi, Head of Corporate Communication & CSR, PT Nusantara Infrastructure Tbk dalam keterangannya.

Baca Juga :   Pemerintah Malaysia Haruskan Meta dan TikTok Bikin Strategi Cegah Konten Berbahaya Berbau SARA

Ke depan, NI Group tetap optimistis terhadap prospek bisnisnya. Saat ini, perusahaan tengah mempersiapkan Proyek Jalan Tol JORR-E Cikunir–Ulujami sepanjang 21 km dengan total investasi sebesar Rp21 triliun.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics