Tips Anti Boros Buat Gen Z dan Milenial

0
90

Tren dan viralitas kerap menjadi pendorong utama keputusan belanja anak muda. Mulai dari outfit, skincare, hingga aksesori gadget, banyak yang membeli karena “takut ketinggalan tren” atau FOMO (fear of missing out) alih-alih karena kebutuhan sebenarnya.

“Membedakan kebutuhan dan keinginan akan membantu anak muda sadar prioritas, terutama saat mengambil keputusan finansial. Keputusan ini nantinya berdampak pada kehidupan jangka panjang,” kata Ligwina Hananto, CEO and Lead Financial Trainer QM Financial dalam keterangannya.

Ligwina menambahkan skill berbelanja cerdas adalah salah satu skill penting yang harus dimiliki sejak muda. Hal ini dapat membantu masyarakat memilih barang berkualitas yang hemat dalam jangka panjang dibanding membeli barang murah yang cepat rusak. Seperti contoh, bisa berbelanja di ritel yang memberikan beragam kategori produk dengan harga terjangkau seperti MR.D.I.Y.

Ligwina memberikan beberapa tips praktis untuk mengelola dorongan belanja impulsif:

Pertama, buat daftar kebutuhan sebelum belanja. Tentukan barang apa yang benar-benar dibutuhkan, sehingga setiap keputusan belanja lebih terarah dan tidak boros.

Baca Juga :   MR. DIY Indonesia Adopsi Prinsip UN Global Compact

Kedua, tunda pembelian untuk barang yang hanya diinginkan sesaat. Jika merasa ingin membeli sesuatu karena tren, beri waktu beberapa hari untuk menilai apakah barang itu benar-benar penting.

Ketiga, fokus pada nilai guna dan manfaat jangka panjang. Pilih barang yang bisa digunakan berkali-kali atau mendukung produktivitas, daripada barang viral yang cepat usang.

Keempat, pahami gaya belanja dan prinsip value for money. Setiap orang memiliki gaya berbeda, ada yang lebih fokus kuantitas (banyak barang murah) dan ada yang lebih mengutamakan kualitas (siap bayar lebih untuk produk awet). Yang terpenting, pastikan harga dan kualitas seimbang dan sesuai kebutuhan.

Kelima, gunakan belanja cerdas untuk latihan literasi keuangan. Setiap keputusan berbelanja bisa menjadi pelajaran finansial. Dengan memilih produk tepat guna, anak muda bisa mulai membentuk kebiasaan mengelola uang secara sehat sejak dini.

Leave a reply

Iconomics