PP Presisi: Pendapatan Mencapai Rp3,4 Triliun di Tahun 2023, Target Kontrak Baru Tahun 2024 Naik 20%
Layanan pertambangan PP Presisi/Dok. PP Presisi
PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan laba Perseroan 2023 sebesar Rp172 miliar. Adapun penjualan Perseroan mencapai sebesar Rp3,4 triliun. Kontributor utamanya dari segmen bisnis pada jasa pertambangan dan konstruksi sipil sebesar 92%, dan sisanya sebesar 8% berasal dari lini bisnis supporting yaitu production plant, structure work dan rental heavy equipment.
PP Presisi menyebut pencapaian tersebut sebagian besar berasal dari penyelesaian dan progres proyek-proyek pada jasa pertambangan sebesar 47% atau meningkat sebesar 13% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 34%, konstruksi sipil sebesar 45%, sisanya berasal dari proyek structure work sebesar 3%, rental heavy equipment sebesar 3% dan production plant sebesar 2%.
“Perseroan masih dapat menjaga angka EBITDA positif di tengah tantangan yang harus dihadapi. Tantangan tersebut disebabkan oleh mundurnya beberapa proyek yang ditargetkan didapatkan pada quartal awal menjadi quartal akhir 2023, sehingga PPRE belum dapat meng-generate revenue secara maksimal di tahun 2023 ini, namun PPRE berhasil menurunkan beban pokok dengan penerapan program cost leadership yang dijalankan serta penerapan optimalisasi alat untuk memaksimalkan produksi sehingga gross profit margin meningkat di 17,45% tahun 2023,” kata Direktur Utama PP Presisi, I Gede Upeksa Negara dalam keterangan resminya.
Dari sisi perolehan kontrak baru PPRE berhasil berhasil mencatatkan kontrak baru sampai dengan Desember 2023 sebesar Rp6,7 triliun atau meningkat sebesar 28,72% secara Year on Year (YoY) dibandingkan Desember 2022 sebesar Rp5,2 triliun. Perolehan kontrak baru tersebut juga mencatatkan adanya peningkatan perolehan kontrak baru pada sektor jasa pertambangan sebesar 11% dibandingkan dengan tahun 2022.
Perseroan juga menargetkan adanya pertumbuhan kontrak baru pada lini bisnis pertambangan pada tahun-tahun berikutnya sejalan dengan potensi yang masih sangat besar di Kawasan tambang Weda, Halmahera Tengah.
“Kami menargetkan perolehan kontrak baru tahun 2024 meningkat antara 15%-20% dengan didominasi oleh sektor jasa pertambangan dengan melihat potensi pasar di sektor tambang yang masih sangat besar kedepannya menjadikan semangat dan motivasi kami untuk terus meningkatkan nilai kontrak baru sehingga dapat menggenjot revenue untuk meningkatkan value added bagi seluruh pemangku kepentingan. Didukung dengan kapasitas peralatan sebagai kekuatan perusahaan, kami yakin PPRE dapat menciptakan operasional yang Ekselen di dunia Tambang melalui Quality dan Safety berstandar tinggi,” kata I Gede Upeksa Negara.