PT FIF Bukukan Laba Bersih Rp 4,1 T di 2023, Naik 29,4% Dibanding Tahun Sebelumnya

0
63
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Federal International Finance (FIF) mencatat laba bersih Rp 4,1 triliun pada periode 2023 atau naik 29,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 3,2 triliun. Pencapaian kinerja anak perusahaan PT Astra International Tbk tersebut diklaim yang tertinggi sejak berdiri pada 1989.

Presiden Direktur FIF Margono Tanuwijaya mengatakan, pencapaian tersebut terlihat dari pertumbuhan nilai penyaluran pembiayaan sebesar Rp 42,3 triliun atau naik 20,7% secara tahunan (yoy). Juga membukukan pembiayaan sebesar 3,2 juta unit kendaraan atau naik 15% dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan itu, kata Margono, juga terlihat dari jumlah net service asset (NSA) yang mencapai Rp 40,3 triliun atau naik 11,6% yoy. Sedangkan dari sisi non-performing loan (NPF), FIF mencatatkan sebesar 0,98%.

Pencapaian tersebut, kata Margono, merupakan hasil dari dedikasi dan komitmen perusahaan dalam mewujudkan visi untuk menjadi pemimpin industri yang dikagumi secara nasional. Di sisi lain, keberhasilan perusahaan dalam mencapai rekor laba bersih tidak terlepas dari semangat kolaborasi seluruh karyawan perusahaan, dan berkat dukungan dari para pemangku kepentingan.

Baca Juga :   Bank Saqu Hadirkan Solopreneur Corner Solusi bagi Pelaku Usaha Mandiri

“Pencapaian ini berkat dukungan positif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk konsumen, karyawan, lembaga pemerintah yang terkait, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas, masyarakat, media, serta lembaga lainnya,” kata Margono dalam keterangan resminya pada Rabu (28/2).

Karena itu, kata Margono, FIF tetap berkomitmen untuk terus melangkah maju dan memecahkan rekor-rekor berikutnya. Dengan semangat tersebut, FIF mampu menghadapi tantangan pada 2024 ini.

“Kami tetap berpegang teguh pada upaya untuk mengoptimalkan setiap peluang yang ada, serta terus mendorong inovasi dan integritas dalam memberikan layanan pembiayaan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Margono.

Leave a reply

Iconomics