Prospek Emiten Pertambangan di Bawah MIND ID

0
59

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama menyoroti bahwa tren positif saham BUMN nonbank sepanjang 2025 menjadi pemanis di luar dominasi sektor perbankan.

Nafan menilai emiten pertambangan seperti TINS dan ANTM memiliki fondasi teknikal yang solid untuk melanjutkan tren penguatan.

“Sejumlah emiten pelat merah nonbank memperlihatkan tren teknikal yang positif. Saham seperti TINS, ANTM, lalu ada saham lain seperti TLKM, dan PGEO juga memiliki prospek yang relatif kuat,” ujar Nafan.

Nafan menekankan bahwa faktor kepemimpinan dan aksi korporasi menjadi kunci di balik kepercayaan pasar.

Perombakan pengurus, baik di jajaran komisaris maupun direksi di lingkungan BUMN, juga mampu memberikan sinyal disiplin belanja modal dan efisiensi operasional yang lebih ketat.

Selain itu, kehadiran Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia serta wacana restrukturisasi BUMN menjadi katalisator baru bagi optimisme investor ke depan.

“Jika dinamika Danantara berjalan konsisten dalam mengelola aset-aset strategis, peluang perbaikan kinerja emiten BUMN dan indeks terkait akan terbuka lebar menuju 2026,” kata Nafan dalam keterangannya.

Baca Juga :   PTPP Terangkan Duduk Perkara Pemanggilan Dirut Novel Arsyad Oleh KPK

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata menambahkan bahwa terdapat sejumlah sentimen positif yang dapat menjadi bahan bakar indeks BUMN tambang ke depan.

Hal tersebut terdiri dari peluang biaya dana (cost of fund) yang lebih ramah hingga valuasi emiten pelat yang kini masuk dalam kategori value-stocks.

Untuk tahun depan, sektor komoditas strategis dan energi diprediksi masih akan mendominasi panggung pasar modal. Liza pun menjagokan ANTM sebagai kandidat kuat dari sisi sektor tambang.

Berdasarkan data penutupan perdagangan Selasa (30/12/2025), PT Timah Tbk. (TINS) tampil sebagai juara dengan pertumbuhan harga saham tertinggi di grup MIND ID, melesat 190,65% secara year-to-date (YtD) ke Rp3.110 per saham.

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang membukukan lonjakan 106,56% YtD ke posisi Rp3.150 per saham. capaian ini disokong oleh prospek cerah logam mulia domestik dan ekspansi operasional.

PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turut mempertegas ketangguhannya dengan mencatat kenaikan 42,96% YtD ke level Rp5.175 per saham, sekaligus membuktikan kemampuan perseroan dalam menavigasi volatilitas pasar global.

Baca Juga :   Kejaksaan Agung Selidiki Pengadaan Peswat, Bos Garuda: Kami Memastikan Mendukung Penuh

PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) mampu menutup tahun pada level Rp2.310 per saham.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics