Tak Bagi Dividen karena Masih Defisit Laba Ditahan, Presdir BUMI: Mudah-mudahan Segera Netral

1
1013

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT BUMI Resources Tbk (BUMI) pada Jumat (29/7) memutuskan untuk tidak membagikan dividen, meski emiten batubara ini membukukan laba bersih sebesar US$ 168,01 juta pada tahun 2021 lalu. Keputusan tersebut disetujui oleh mayorotas pemegang saham Perseroan.

Salah satu alasan tidak membagikan dividen adalah karena kondisi saldo laba ditahan atau retained earning BUMI masih defisit.

Presiden Direktur BUMI, Adika Nuraga Bakrie mengungkapkan jumlah defisit retained earning saat ini sekitar US$2,8 miliar.

“Rencananya ini, dengan perusahaan setiap tahun membukukan keuntungan-keuntungan defisit ini akan berkurang terus sesuai dengan keuntungan yang dibukukan Perusahaan. Semoga dengan tingginya harga [batubara] kita dapat membukukan keuntungan-keuntungan yang bagus terus sehingga ini cepat menjadi netral lagi defisit retained earning ini,” ujar Adika menjawab pertanyaan investor dalam RUPST.

Ditanya lebih jauh estimasi manajemen defisit retained earning ini menjadi normal kembali, menurut Perseroan hal tersebut tergantung harga batubara.  BUMI memang optimistis harga batubara akan tetap tinggi, bertahan di level US$200 per ton hingga tahun 2023.

Baca Juga :   Disiplin Bayar Utang, Bumi Resources Sudah Lunasi Pokok dan Bunga Pinjaman Tranche A Sebesar US$341,7 Juta

“Mudah-mudahan dengan harga bertahan US$200, dalam beberapa tahun ke depan, ini [defisit retained earning] segera bisa netral lagi. Kalau harga acuan di 200 terus, di bawah lima tahun mudah-mudahan bisa segera netral,” ujar Adika.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Halaman Berikutnya
1 2

1 comment

Leave a reply

Iconomics