Tak Bagi Dividen karena Masih Defisit Laba Ditahan, Presdir BUMI: Mudah-mudahan Segera Netral
Presiden Direktur BUMI, Adika Nuraga Bakrie
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT BUMI Resources Tbk (BUMI) pada Jumat (29/7) memutuskan untuk tidak membagikan dividen, meski emiten batubara ini membukukan laba bersih sebesar US$ 168,01 juta pada tahun 2021 lalu. Keputusan tersebut disetujui oleh mayorotas pemegang saham Perseroan.
Salah satu alasan tidak membagikan dividen adalah karena kondisi saldo laba ditahan atau retained earning BUMI masih defisit.
Presiden Direktur BUMI, Adika Nuraga Bakrie mengungkapkan jumlah defisit retained earning saat ini sekitar US$2,8 miliar.
“Rencananya ini, dengan perusahaan setiap tahun membukukan keuntungan-keuntungan defisit ini akan berkurang terus sesuai dengan keuntungan yang dibukukan Perusahaan. Semoga dengan tingginya harga [batubara] kita dapat membukukan keuntungan-keuntungan yang bagus terus sehingga ini cepat menjadi netral lagi defisit retained earning ini,” ujar Adika menjawab pertanyaan investor dalam RUPST.
Ditanya lebih jauh estimasi manajemen defisit retained earning ini menjadi normal kembali, menurut Perseroan hal tersebut tergantung harga batubara. BUMI memang optimistis harga batubara akan tetap tinggi, bertahan di level US$200 per ton hingga tahun 2023.
“Mudah-mudahan dengan harga bertahan US$200, dalam beberapa tahun ke depan, ini [defisit retained earning] segera bisa netral lagi. Kalau harga acuan di 200 terus, di bawah lima tahun mudah-mudahan bisa segera netral,” ujar Adika.
Halaman Berikutnya
[…] tahun lalu saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2021, Presiden Direktur BUMI, Adika Nuraga Bakrie mengungkapkan jumlah defisit retained earning saat itu sekitar US$2,8 […]