TRIS Lakukan Dua Aksi Korporasi guna Tingkatkan Nilai Pemegang Saham

Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp455,33 miliar, meningkat 13% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp402,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya
0
8

Grup Trisula yang dikendalikan PT Trisula International Tbk (TRIS), perusahaan publik yang bergerak di sektor tekstil dan garmen, terus meningkatkan nilai bagi pemegang saham melalui dua aksi korporasi, yakni pembelian kembali saham (buyback) dan akuisisi perusahaan.

Perseroan mengalokasikan anggaran maksimal Rp15 miliar untuk pelaksanaan buyback. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar modal sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental Perseroan.

Pelaksanaan buyback berlangsung selama tiga bulan, mulai 6 Juli hingga 5 Oktober 2026. Perseroan menargetkan pembelian kembali paling banyak 3% dari modal ditempatkan dan disetor, atau setara dengan 94 juta saham. Anggaran sebesar Rp15 miliar tersebut telah mencakup biaya perantara pedagang efek serta biaya lain yang terkait dengan pelaksanaan buyback.

Manajemen TRIS menegaskan aksi korporasi tersebut diperkirakan tidak akan berdampak terhadap penurunan pendapatan Perseroan. Berdasarkan proforma keuangan per 31 Maret 2026, laba tahun berjalan tetap sebesar Rp17,23 miliar, baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan buyback. Sementara itu, jumlah saham beredar diproyeksikan berkurang dari 3.093.211.331 saham menjadi 2.999.211.331 saham, sehingga berpotensi meningkatkan laba per saham (earnings per share/EPS) dari Rp5,57 menjadi Rp5,75.

Baca Juga :   Dharma Polimetal akan Akuisisi Mah Sing Indonesia

“Kami meyakini prospek kinerja TRIS ke depan akan tetap positif. Sebagai pemain industri garmen dan tekstil terintegrasi, kami optimistis dengan strategi yang telah kami jalankan. Hal ini tercermin dari kinerja kuartal I-2026 yang mencatat pertumbuhan penjualan double digit, didominasi oleh pasar ekspor yang tumbuh 17% secara tahunan di tengah berbagai dinamika global,” ujar Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan.

Menurut Perseroan, pelaksanaan buyback menjadi sinyal positif manajemen terhadap prospek bisnis ke depan. Optimisme tersebut didukung oleh kinerja kuartal I-2026 yang mencatat pertumbuhan penjualan dua digit di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

Selain buyback, TRIS juga mengakuisisi 75% saham PT Lifestyle Pratama senilai Rp20 miliar. Akuisisi tersebut dilakukan melalui mekanisme kompensasi pemotongan piutang (set-off) dari PT Inti Nusa Damai, yang merupakan entitas afiliasi TRIS. Nilai transaksi tersebut hanya mencapai 2,38% dari ekuitas Perseroan sehingga tidak dikategorikan sebagai transaksi material dan tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi Perseroan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi bisnis dan memperluas kapabilitas usaha sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi Perseroan maupun para pemegang saham.

Baca Juga :   Hari Ini, Dharma Polimetal Selesaikan Akuisisi 82% Saham Mah Sing Indonesia

“Kami berharap untuk memperkuat strategi jangka panjang Perseroan melalui aksi korporasi buyback dan akuisisi ini. Selain memperkuat kinerja, kami juga percaya bahwa posisi TRIS di tanah air juga akan menjadi semakin kokoh,” ujar Widjaya Djohan.

Pada kuartal I-2026, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp455,33 miliar, meningkat 13% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp402,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan ekspor menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp276,24 miliar atau tumbuh 17% secara tahunan, sementara sisanya berasal dari pasar domestik.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics