Astra Agro (AALI) Punya 3 Direktur Baru, Siap Hadapi Tantangan Industri Sawit

0
321

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan [RUPST] PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menunjuk tiga direktur/direktris baru, menggantikan tiga direktur lama yang sudah memasuki masa pensiun.

Tiga direktur yang memasuki masa pensiun adalah Said Fakhrullazi, Rujito Purnomo dan Mario Casimirus Surung Gultom.

Pemegang saham kemudian menunjuk Widayanto, Arief Catur Irawan dan Tingning Sukowignjo sebagai direktur/direktris baru.

“Perubahan ini sesuai dengan rencana jangka panjang pengembangan  dan rencana suksesi pimpinan perseroan,” tulis Astra Agro dalam keterangan tertulis yang dikutip, Rabu (23/4).

Ketiga direktur/direktris baru ini bukan merupakan pendatang baru di Astra Agro. Ketiganya sudah pernah menduduki sejumlah jabatan penting di Astra Agro dan anak usahanya.

Widayanto pernah menjabat sebagai Executive Vice President Plant Operation PT Astra Agro Lestari Tbk (2020-2024), Senior Vice President Cattle Business PT Astra Agro Lestari Tbk (2018-2019), Livestock Operation Manager PT Astra Agro Lestari Tbk (2015-2017), Regional Mill Controller Manager PT Astra Agro Lestari Tbk area Kalimantan (2009-2014), serta Engineering staff PT Astra Agro Lestari Tbk (1998-1999).

Widayanto juga pernah menjabat di anak perusahaan Perseroan, yaitu sebagai Head of Mill di PT Sari Aditya Loka (2007-2008), PT Sari Lembah Subur (2004-2006), dan PT Kimia Tirta Utama (2000-2003), serta pernah menjadi Mill Assistant di PT Eka Dura Indonesia (1998) dan di PT Sari Lembah Subur (1997).

Baca Juga :   Tak Jabat Lagi Presiden Direktur Astra Agro Lestari, Santosa Jadi Presiden Komisaris

Arief Catur Irawan pernah menjabat di PT Astra Agro Lestari Tbk sebagai Executive Vice President Partnership Management (2021-2024), Senior Vice President Operation Area for West & Central Sulawesi (2020-2021), Senior Vice President Operation Area for West Sulawesi (2019-2020), dan Senior Vice President Operation Area for South Kalimantan (2018-2019).

Tingning Sukowignjo pernah  menjabat sebagai Presiden Direktur di anak perusahaan Astra Agro  yaitu PT Eka Dura Perdana (2022-2024), serta pernah menjadi Direktur  PT Tanjung Sarana Lestari (2022-2024), PT Tanjung Bina Lestari (2022-2024), dan PT Gunung Sejahtera Raman Permai (2022-2024).

Berikut ini susunan direksi baru:

  • Presiden Direktur : Santosa
  • Direktur : Tingning Sukowignjo
  • Direktur : M. Hadi Sugeng Wahyudiono
  • Direktur : Widayanto
  • Direktur : Djap Tet Fa
  • Direktur : Eko Prasetyo Wibisono
  • Direktur : Arief Catur Irawan

 

Tantangan industri sawit

Industri kelapa sawit Indonesia tengah menghadapi tantangan produktivitas. Salah satunya disebabkan oleh usia rata-rata tanaman nasional yang menua. Sebanyak 46% merupakan tanaman yang memasuki pertumbuhan negatif. Tantangan untuk peningkatan produktivitas di tahun 2023 juga semakin serius mengingat siklus el nino yang harus dihadapi perusahaan.

Baca Juga :   Tahun 2021, Astra Agro Tetap Lanjutkan Digitalisasi

Tantangan dari sisi harga tak kalah penting. Pada tahun 2022, harga berbagai komoditas mengalami lonjakan yang bisa dikatakan sebagai anomali. Harga crude palm oil (CPO) di pasar global tahun 2022 lalu tercatat sebagai harga tertinggi sepanjang sejarah industri, yakni mencapai 1,813 USD/ton. Dibandingkan tahun 2023, harga rata-rata CPO senilai 964 USD /ton, atau mengalami penurunan 13,9%.

“Penurunan harga yang tajam ini menimbulkan koreksi kinerja keuangan industri kelapa sawit Indonesia, termasuk Perseroan,” ujar Santosa, Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, saat public expose di Menara Astra, 23 April 2023.

Tahun 2023 Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 21,83 triliun, atau terjadi penurunan sebesar 5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan ini berpengaruh pada laba bersih Perseroan. Perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan menjadi Rp 1,06 triliun, turun sebesar 38,8% dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 1,73 triliun.

Kendati banyak tantangan, Perseroan optimistis menghadapi masa depan industri kelapa sawit. Solusi tanaman yang sudah tua, perseroan terus melakukan replanting.

“Sepanjang tahun 2023, Perseroan berhasil meremajakan perkebunan seluas 4.713 hektar dengan bibit unggul dari hasil pengembangan research and development kami. Hal ini menjadi strategi perusahaan dalam peningkatan produktivitas jangka panjang,” tambah Santosa.

Baca Juga :   Astra Agro Gandeng Pertamina untuk Pengembangan Proyek Rendah Emisi

 

Digitalisasi dan Komitmen Keberlanjutan

Perseroan terus melanjutkan program digitalisasi. Perseroan telah menerapkan teknologi informasi secara menyeluruh dalam proses dan tahapan produksi pabrik kelapa sawit untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis, dengan fokus pada manajemen working tools dan management control tools.

Perseroan juga menggunakan Plantation Information Management System (PIMS) yang terdiri dari aplikasi mobile dan sensor/Internet of Things (IoT) untuk mengontrol utilisasi sumber daya di kebun. Dukungan dari Operation Center of Astra Agro (OCA) memastikan Perseroan mendapatkan data operasional kebun secara aktual, cepat, tepat, dan akurat.

Perseroan juga terus berkomitmen dalam tata kelola berkelanjutan melalui Good Corporate Governance (GCG). Komitmen ini selaras dengan Astra Agro Sustainability Aspiration 2030. GCG merupakan key enabler dalam mengimplementasikan Triple-P Roadmap Strategy yakni Portfolio, People, dan Public Contributions.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics