Harga Emas Cermati Data-data Ekonomi AS, Harga Cenderung Fluktuatif
Ilustrasi emas batangan/Dok. Dupoin Futures Indonesia
Dupoin Futures Indonesia melihat tekanan jual terhadap emas masih cukup besar bila dilihat dari sisi teknikal. Analis dari Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha menyampaikan jika diperhatikan pola candlestick harian dan indikator Moving Average, tren penurunan masih cukup dominan.
“Selama tekanan jual terus berlanjut, ada peluang harga emas kembali terkoreksi,” kata Andy dalam keterangannya.
DFI menyampaikan selain faktor teknikal, pernyataan bernada hawkish dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, juga menjadi salah satu faktor yang menahan laju penguatan emas. Dalam kesaksian terbarunya di hadapan Kongres AS, Powell menyampaikan bahwa meskipun terdapat indikasi penurunan inflasi, bank sentral tetap akan bersikap hati-hati dan siap menghadapi potensi lonjakan harga.
Powell juga menegaskan bahwa meski tekanan harga akibat tarif atau faktor eksternal bersifat sementara, The Fed tidak akan tergesa-gesa untuk memangkas suku bunga.
Demikian juga dengan pernyataan Presiden The Fed Boston, Susan Collins yang memberikan sinyal yang serupa. Menurutnya, kebijakan moneter saat ini masih sejalan dengan kondisi perekonomian, namun ia tidak menutup kemungkinan adanya penurunan suku bunga di akhir tahun, apabila data-data ekonomi memburuk. Sinyal yang masih abu-abu ini turut membuat ketidakpastian di pasar tetap tinggi, yang akhirnya memengaruhi pergerakan harga emas.
Data ekonomi Amerika Serikat juga masih menunjukkan tanda-tanda yang negatif. Penjualan rumah baru di AS anjlok 13,7% pada Mei lalu, padahal perkiraan pasar memproyeksikan penurunan sekitar 4%. Tingginya suku bunga kredit perumahan yang sudah mendekati angka 7% menjadi faktor utama yang menekan sektor properti. Tak hanya itu, pelaku pasar juga tengah menantikan data penting lainnya seperti Pesanan Barang Tahan Lama, Produk Domestik Bruto (PDB), dan Klaim Tunjangan Pengangguran untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas terkait kondisi perekonomian AS.
Oleh karena itu, Andy memprediksi bahwa pergerakan harga emas pada hari ini akan cenderung sensitif. Jika tekanan bearish terus berlanjut, harga emas berpotensi melemah menuju area support di kisaran US$3.295 per troy ounce. Namun, jika terjadi rebound secara teknikal, ada kemungkinan harga emas kembali menguat menuju level resistance di U$3.353 per troy ounce.
Menurut Andy, pasar saat ini sangat rentan terhadap pernyataan The Fed maupun data ekonomi AS seperti Pesanan Barang Tahan Lama, PDB, dan data Klaim Tunjangan Pengangguran.
Ia mengatakan selama ketidakpastian ini masih berlangsung, pergerakan harga emas cenderung fluktuatif dalam rentang yang terbatas.