Inilah Cara Sinar Mas Agribusiness and Food Cegah Karhutla

Peluncuran buku cerita anak sekolah dasar (SD) berjudul “Rimbun dan Sahabat Rimba”/Sinar Mas Agri
Sinar Mas Agribusiness and Food memperluas komitmen pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui kampanye edukasi pencegahan karhutla untuk anak-anak pada 2020. Apa yang dilakukan? Perusahaan meluncurkan buku cerita anak sekolah dasar (SD) berjudul “Rimbun dan Sahabat Rimba”. Buku yang diluncurkan di Ketapang, Kalimantan Barat ini bekerja sama dengan dinas pendidikan setempat dan para guru.
“Pendidikan sejak dini sangat penting untuk menumbuhkan kebiasaan yang positif saat mereka beranjak dewasa kelak. Melalui kampanye edukasi ini, kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran dalam mencegah karhutla melalui cara yang menyenangkan sehingga dapat dimengerti dengan mudah dan diingat oleh anak-anak,” kata Managing Director Sustainability and Strategic Stakehoholders Engagement, Sinar Mas Agribusiness and Food Agus Purnomo dalam siaran pers.
Agus mengatakan pihaknya berharap anak-anak tersebut akan membawa hal-hal yang mereka pelajari sekarang, khususnya berhenti melakukan praktik membuka lahan dengan cara membakar. Anak-anak adalah kelompok yang mewakili dari kelompok yang paling terdampak oleh karhutla. Selain itu, banyak sekolah terpaksa diliburkan yang mengganggu aktivitas belajar siswa. Kejadian ini juga terjadi pada peristiwa karhutla 2015.
Peluncuran buku ini akan dilanjutkan dengan program lanjutan. Perusahaan akan mengembangkan materi lanjutan untuk anak-anak di tingkat menengah dan mengembangkan program bagi para guru agar memiliki keterampilan dalam menyampaikan materi pencegahan karhutla dengan cara yang lebih kreatif dan menyenangkan.
“Dalam waktu enam bulan ke depan, kami akan mengembangkan dan membagikan metode yang dapat digunakan untuk mengajarkan anak-anak mengenai pencegahan karhutla di semua tingkatan. Target utama pada kampanye ini adalah anak-anak yang berada di sekitar operasional perusahaan yang rentan terjadi karhutla. Saat ini kami bekerja sama bersama pemangku kepentingan terkait di Kalimantan Barat, kami juga terbuka untuk menggali lebih jauh agar metode edukasi ini dapat digunakan lebih luas untuk membantu Indonesia terbebas karhutla”, Agus Purnomo.