Pemerintah Puas dengan Peran Bulog dan Bapanas di Daerah Terdampak Bencana
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani (tengah)/Dok. Bulog
Pemerintah puas dengan peran Perum Bulog dan Bapanas menjaga ketersediaan serta kelancaran distribusi pangan di daerah terdampak bencana. Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi khusus kepada Perum Bulog dan Bapanas atas langkah cepat dan peran aktifnya dalam menjaga ketersediaan serta kelancaran distribusi pangan di daerah terdampak bencana.
“Pemerintah, terutama Bulog dan Bapanas, melakukan langkah yang sangat luar biasa. Pengiriman suplai minyak goreng dan beras didorong ke daerah-daerah yang sulit, bahkan melalui jalur udara, menggunakan helikopter maupun pesawat Hercules,” kata Mendagri dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Jakarta.
Penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) ini mencerminkan keberhasilan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bulog dalam memastikan pasokan pangan tetap tersedia meskipun menghadapi tantangan keterbatasan akses logistik akibat bencana alam.
Dengan mengoptimalkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta memanfaatkan jalur distribusi alternatif, termasuk jalur udara, Bulog memastikan penyaluran beras dan komoditas pangan strategis lainnya tetap berjalan guna menekan potensi lonjakan harga di tingkat konsumen.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Ia mengatakan Bulog menjalankan penugasan pemerintah dengan mengedepankan kecepatan distribusi, fleksibilitas jalur logistik, serta sinergi erat dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Dirut Bulog menegaskan bahwa dalam situasi darurat, Bulog tidak hanya fokus pada kecukupan stok, tetapi juga pada ketepatan dan kecepatan penyaluran agar tidak terjadi gejolak harga.
“Kami memastikan stok pangan strategis, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman dan siap digerakkan kapan pun dibutuhkan. Ketika jalur darat terhambat, Bulog berkoordinasi untuk memanfaatkan jalur alternatif, termasuk distribusi melalui udara, sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat,” kata Dirut Bulog.