Robert Walters Ungkap Tren Pasar Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2026, AI Jadi Game Changer?

0
90

Robert Walters Salary Survey 2026 dari Robert Walters mengungkap tren pasar tenaga kerja di Indonesia pada tahun 2026. Salah satu yang menarik adalah adopsi artificial intelligence (AI). Mayoritas perusahaan yang disurvei telah mengimplementasikan dan merencanakan adopsi AI. Ancaman bagi tenaga kerja Indonesia?

Survei tersebut menyebut hampir setengah perusahaan tetap berencana menambah tenaga kerja, 81% perusahaan menilai kualitas kandidat yang tersedia belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan peran yang dicari.

Pada 2026, perekrutan di Indonesia tidak menunjukkan tanda perlambatan signifikan. Namun, pendekatan perusahaan menjadi lebih selektif, dengan fokus pada peran-peran yang memberikan dampak langsung terhadap kinerja dan pertumbuhan bisnis.

Strategi remunerasi pun mencerminkan pendekatan yang lebih terukur. Meskipun kenaikan gaji masih direncanakan, sebagian besar perusahaan memilih kenaikan di kisaran 3–6% sebagai bagian dari pengelolaan biaya yang lebih disiplin.

“Perusahaan di Indonesia masih aktif merekrut, namun pendekatannya kini jauh lebih selektif. Fokus utama adalah memastikan keterampilan dan pengalaman yang tepat mengisi peran-peran penting, sehingga tantangan dalam menemukan kandidat yang sesuai terasa semakin nyata,” kata Country Head, Robert Walters Indonesia & Vietnam, Eric Mary dalam keterangannya.

Baca Juga :   IFG Bersama Jasa Raharja dan Jamkrindo Sosialisasi Rekrutmen Pegawai untuk Diaspora di AS

Kondisi ini turut berdampak pada proses perekrutan yang cenderung memakan waktu lebih lama, dengan tingkat persaingan yang tetap tinggi untuk profesional berpengalaman dan spesialis.

Di sisi profesional, minat terhadap peluang kerja baru masih tinggi. Namun, keputusan berpindah peran kini dilakukan dengan pertimbangan yang lebih matang.Di tengah rencana kenaikan gaji perusahaan yang relatif moderat, profesional umumnya mengharapkan kenaikan dengan persentase dua digit ketika berganti pekerjaan. Perusahaan mencatat bahwa ekspektasi tersebut umumnya hanya dapat dipenuhi untuk posisi yang bersifat spesialis, berpengalaman, dan krusial bagi bisnis.

Associate Director, Sales & Marketing and Commerce Finance, Robert Walters Indonesia, Michelle Tanjung menambahkan profesional tidak menarik diri dari pasar tenaga kerja, namun menjadi jauh lebih selektif.

“Kandidat kini semakin mempertimbangkan kejelasan kepemimpinan, ruang lingkup peran, serta nilai karier jangka panjang sebelum mengambil keputusan,” kata Michelle.  

Robert Walters juga menyampaikan bahwa survei ini juga menunjukkan percepatan adopsi artificial intelligence (AI) di berbagai perusahaan. Lebih dari enam dari sepuluh perusahaan telah mengimplementasikan atau berencana mengadopsi AI, yang berdampak pada perubahan struktur peran dan keterampilan yang dibutuhkan.

Baca Juga :   Hasil Rapat Komite Kornas TPPU: Tak Ada Perbedaan Data soal Transaksi Mencurigakan

Sementara itu, meskipun mayoritas profesional memandang AI secara positif, kekhawatiran terkait kesiapan dan akses terhadap pelatihan masih menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan ketersediaan talenta yang siap kerja.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics