Satu Direksi Vale Indonesia Mengundurkan Diri
Ilustrasi aktivitas pertambangan PT Vale/Dok. Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk menyampaikan pengunduran diri salah satu direksinya. Luke Mahony mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur di Perseroan.
“Merujuk pada Pasal 9 huruf a POJK 33/2014, dengan ini kami sampaikan bahwa pada tanggal 25 Juli 2025, Perseroan telah menerima surat permohonan pengunduran diri Bapak Luke Mahony dari posisinya sebagai Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer,” tulis Presiden Direktur PT Vale, Bernardus Irmanto dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perseroan akan mengajukan permohonan atas persetujuan pengunduran diri tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan.
Adapun Luke menjabat sebagai direktur Perseroan berdasarkan Akta Keputusan RUPS Tahunan pada 19 April 2024. Periode jabatannya mestinya dari April 2024 hingga April 2027.
Mengutip laman PT Vale, rekam jejak karir Luke pada sejumlah perusahaan. Ia bergabung di Vale pada 2014 pada posisi General Manager Resource Development & Long Term Planning. Ia menduduki posisi tersebut sejak 2014 hingga 2017. Kemudian ia menjabat sebagai Technical Executive – Global Coal Business pada tahun 2017 hingga 2019. Selanjutnya mendapatkan peran sebagai Global Head of Geology, Mine Engineering, Geotechnical, Tailings Dams and Technology pada tahun 2019 hingga 2021. Dan menjadi Global Head of Technology & Innovation pada tahun 2021 hingga 2022.
Belum lama ini, pada 28 Juli 2025 lalu, emiten yang berkode INCO ini Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dimana agendanya adalah merombak jajaran direksi dan komisaris perusahaan.
Dalam RUPSLB tersebut, para pemegang saham menyetujui pengunduran diri Yusuke Niwa sebagai Komisaris serta memberhentikan dengan hormat Muhammad Rachmat Kaimuddin dari jabatan Presiden Komisaris, Edi Permadi dari jabatan Komisaris, dan Adriansyah Chaniago dari jabatan Direktur dan Chief Human Capital Officer.
RUPSLB juga menetapkan pengangkatan Fauzambi Syahrul Multhazar sebagai Presiden Komisaris, Katherine Angela Oendoen sebagai Komisaris, dan Shiro Imai sebagai Komisaris, Heriyanto Agung Putra sebagai Direktur dan Chief Human Capital Officer, serta Budiawansyah sebagai Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer, yang semuanya berlaku efektif sejak penutupan RUPSLB hingga RUPS Tahunan 2028.