Investor Kembali Koleksi Emas, Peluang Emas Selanjutnya Bullish atau Bearish?
Ilustrasi emas batangan/Dok. Dupoin Futures Indonesia
Emas kembali dilirik. Setelah melemah selama empat sesi berturut‑turut, logam mulia berhasil pulih mendekati level US$3.330 per ounce ketika Dolar AS melepaskan sebagian kenaikannya. Penurunan imbal hasil Treasury AS dan data pasar tenaga kerja yang mengecewakan mendorong sebagian investor kembali membeli emas sebagai lindung nilai.
Namun, sinyal teknikal dari Dupoin Futures Indonesia menegaskan bahwa tren bearish pada XAU/USD belum sepenuhnya terkikis.
Menurut analis dari Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, rangkaian pola candlestick yang dipadukan dengan indikator Moving Average (MA) masih menunjukkan dominasi tekanan jual.
“Momentum bearish sejauh ini cukup kuat. Jika tekanan ini berlanjut, target psikologis di US$3.300 bisa kembali tersentuh,” kata Andy dalam keterangannya.
Ia menambahkan jika support pada area tersebut mampu menahan laju penurunan, rebound teknikal berpotensi mengangkat harga hingga mendekati resistensi di US$3.344.
Salah satu katalis utama adalah laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) bulan Juni yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Lowongan kerja merosot ke 7,437 juta, jumlahnya turun dari 7,769 juta pada Mei dan di bawah ekspektasi, yang menandakan kehati‑hatian perusahaan dalam merekrut karyawan di tengah ketidakpastian tarif. Pada saat bersamaan, kabar bahwa AS dan China sepakat melanjutkan pembicaraan untuk mempertahankan gencatan tarif dalam dua minggu ke depan ikut memperbaiki sentimen perdagangan global.
Survei Conference Board mencatat peningkatan Keyakinan Konsumen AS menjadi 97,2 pada Juli, naik dari 93,0 pada Juni dan melampaui perkiraan. Meskipun demikian, banyak rumah tangga masih menghadapi kesulitan mencari pekerjaan, menciptakan kontras antara optimisme konsumen dan realitas pasar tenaga kerja. Ketegangan antara dua sentimen ini menambah lapisan ketidakpastian bagi harga emas.
Fokus pasar sekarang tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve pada Rabu malam waktu AS. Berdasarkan CME FedWatch, peluang The Fed mempertahankan tingkat suku bunga berada di kisaran 96%, sedangkan kemungkinan pemotongan hanya 4%.
Rangkaian data seperti laporan GDP kuartal II, Nonfarm Payrolls Juli yang diperkirakan melambat, survei PMI Manufaktur ISM, dan Indeks Harga PCE Inti bakal menjadi sorotan berikutnya. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) kembali menguat ke 98,91, menambah beban bagi emas karena meningkatkan opportunity cost memegang logam mulia.