Susunan Pengurus Baru Bank Jatim Hasil RUPS Tahunan Terbaru
RUPST Bank Jatim
Pemerintah provinsi Jawa Timur merombak jajaran pengurus PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, 22 Mei lalu.
Dalam RUPS tersebut, pemegang saham memberhentikan dengan hormat Direktur Utama Busrul Iman yang masa periode jabatannya telah berakhir.
Selain itu, Bank Jatim juga memberhentikan dengan hormat Edi Masrianto, Eko Susetyono, dan Zulhelfi Abidin.
Dewan Komisaris:
- Calon Komisaris Utama Independen : Adi Sulistyowati
- Komisaris : Adhy Karyono
- Komisaris Independen : Muhammad Mas’ud
- Komisaris Independen : Dadang Setiabudi
- Calon Komisaris Independen : Asri Agung Putra
- Calon Komisaris Independen : Nurul Ghufron
Direksi:
- Calon Direktur Utama : Winardi Legowo
- Calon Wakil Direktur Utama : R. Arief Wicaksono
- Calon Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah : Tonny Prasetyo
- Direktur Kepatuhan : Umi Rodiyah
- Calon Direktur Keuangan, Treasury & Global Services : RM Wahyukusumo Wisnubroto
- Direktur Bisnis Menengah, Korporasi, dan Jaringan : Arif Suhirman
- Calon Direktur IT, Digital, dan Operasional : Wiweko Probojakti
- Calon Direktur Manajemen Risiko : Wioga Adhiarma Aji
Pengawas Syariah
- Ketua Dewan Pengawas Syariah : Dr (HC) KH Afifuddin Muhajir, Mpd.
- Calon Anggota Dewan Pengawas Syariah : Prof. Dr. Muhammad Nasih, SE, M.T, Ak
- Calon Anggota Dewan Pengawas Syariah : Ir. H. Tamhid Mashudi
Kinerja Keuangan 2024
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pada 2024, Bank Jatim membukukan laba bersih (audited) sebesar 1,28 triliun.
”Ini adalah laba bersih (audited) 2024 tertinggi di antara seluruh bank daerah di Indonesia. Meskipun kita juga melihat bahwa beberapa hal harus dilakukan koreksi, evaluasi, dan perbaikan-perbaikan. Tentu kita semua patut memberikan apresiasi terhadap kinerja Bank Jatim dan tetap memberikan kewaspadaan pada beberapa hal dari proses kehati-hatian yang memang menjadi prinsip sebuah lembaga perbankan,” ujarnya dikutup dari keterangan tertulis.
Hingga akhir 2024, total aset Bank Jatim meningkat 13,76 persen menjadi Rp 118,1 triliun. Hal ini menandakan ekspansi usaha perseroan masih berjalan baik dan bank tetap dipercaya oleh nasabah serta investor.
Kemudian dana pihak ketiga tumbuh menjadi Rp 90,016 triliun menandakan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi. Kredit yang disalurkan juga meningkat signifikan menjadi Rp 75,35 triliun yang menunjukkan keberpihakan Bank Jatim terhadap sektor riil dan produktif.
RUPST juga memutuskan pembagian dividensebesar Rp 54,71 / lembar saham. Nilai tersebut naik dari dividen tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 54,39 / lembar saham atau sebesar Rp 821.497.900.066,22.
Nilai dividen tersebut setara dengan 64,12 persen dari laba bersih Tahun Buku 2024.