Telkomtelstra Tak Hanya Menjadi Digiserve, Juga Ganti Direksi
Transformasi Telkomtelstra menjadi Digiserve
Telkomtelstra (PT Teltranet Aplikasi Solusi) secara resmi telah bertransformasi menjadi Digiserve by Telkom Indonesia (PT Digital Aplikasi Solusi). Transformasi tersebut seiring pasca akuisisi kepemilikannya oleh PT Telkom Indonesia (Persero) melalui TelkomMetra di tahun 2021.
Director Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia Edi Witjara menyambut antusias transformasi sekaligus penunjukkan manajemen baru perusahaan.
“Pertama, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-7 untuk perusahaan. Kedua, saya sampaikan terima kasih untuk manajemen sebelumnya yang telah meletakkan pondasi yang kuat untuk perusahaan yang kini dilanjutkan oleh manajemen baru dari Digiserve. Terakhir, selamat bertugas untuk manajemen baru yang harus mampu melanjutkan business plan yang sudah ada serta bersiap menjawab tantangan bisnis khususnya cloud dan security services yang menjadi ciri perusahaan selama ini,” kata Edi dalam keterangan tertulis.
Ia mengatakan transformasi ini akan memberikan semangat baru, bisnis baru dan harus dimaknai sebagai upaya untuk memberikan capaian yang lebih baik (much more better).
“Kemampuan kepemimpinannya diuji, bisa merangkul semua pihak. Tuntutannya makin tinggi, membawa perusahaan ke kelas yang lebih tinggi. Hal yang terpenting adalah ini merupakan momen yang tepat bagi manajemen baru untuk berlari kencang mengingat belum tergarapnya bisnis enterprises secara maksimal padahal potensi marketnya sangat besar,” kata Edi.
Dalam transformasi ini, pergantian manajemen juga dilakukan, diantaranya pemegang saham menunjuk Ahmad Hartono menjadi Direktur Utama Digiserve untuk menggantikan Erik Meijer.
Hartono sebelumnya menjabat sebagai Director of Finance & Risk Management PT Finnet Indonesia yang juga merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia melalui Telkom Metra.
Hartono meyakini bahwa Digiserve akan tumbuh menjadi perusahaan besar. Kuncinya terletak pada sinergi dan kolaborasi. Di sisi lain, ia juga akan mempertahankan dan melanjutkan business plan yang sudah dipersiapkan dengan baik, serta mempertahankan budaya perusahaan dan reputasi yang sudah terbangun dengan baik.
“Rencana saya, pertama akan mengamankan performance 2021. Kedua, amanah yang sudah diberikan akan kita amankan sehingga di tahun 2022 bisa mempercepat Digiserve take off, menjadi perusahaan besar secara global. Saya sependapat dengan yang disampaikan pimpinan perusahaan sebelumnya bahwa 7 tahun performansi finansial kurus telah kita lalui. Kini kita akan memasuki masa pertumbuhan dan performansi finansial gemuk pada 7 tahun berikutnya,” jelasnya.