Jumlah dan Nilai Ekspor Produk Sawit Naik Signifikan, Harga Turut Dongkrak Nilai Ekspor

0
76

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyampaikan produksi crude palm oil (CPO) bulan Juni 2025 mencapai 4.823 ribu ton atau naik dari 4.165 ribu ton pada bulan sebelumnya.

Selain itu, produksi palm kernel oil (PKO) bulan Juni juga naik menjadi 465 ribu ton dari 396 ribu ton.

Dengan demikian produksi CPO+PKO tahun 2025 secara YoY sampai dengan bulan Juni mencapai 27.889 ribu ton atau naik sekitar 6,51% dibandingkan produksi periode yang sama tahun 2024 sebesar 26.185 ribu ton.

Konsumsi juga naik. Konsumsi oleokimia naik menjadi 192 ribu ton atau naik 2,67% dari bulan sebelumnya sebesar 187 ribu ton.  Konsumsi biodiesel naik menjadi 1.080 ribu ton atau naik 3,95% dari bulan sebelumnya sebesar 1.039 ribu ton. Namun konsumsi pangan pada bulan Juni turun menjadi 800 ribu ton dari 803 ribu ton pada bulan sebelumnya atau turun sebesar 0,37%.

Gapki juga menyampaikan total ekspor produk sawit pada bulan Juni naik menjadi 3.606 ribu ton atau naik 35,37% dari ekspor bulan sebelumnya sebesar 2.664 ribu ton. Kenaikan ekspor terbesar terjadi pada minyak sawit olahan yang naik menjadi 2.599 ribu ton dari 1.967 ribu ton pada bulan Juni (naik 32,13%) diikuti CPO yang naik menjadi 418 ribu ton dari 164 ribu ton pada bulan Juni (naik 155,67%). Namun ekspor oleokimia mengalami penurunan menjadi 420 ribu ton dari 437 ribu ton pada bulan Juni (turun 3,74%).

Baca Juga :   Harga Referensi CPO Januari 2022 Turun, BK Tetap US$200/MT

Menurut negara tujuannya, kenaikan ekspor pada bulan Juni terjadi untuk tujuan ekspor ke China sebesar 283 ribu ton, India sebesar 224 ribu ton, Afrika sebesar 125 ribu ton, Pakistan sebesar 69 ribu ton, Rusia sebesar 65 ribu ton, Amerika Serikat sebesar 58 ribu ton, Bangladesh sebanyak 47 ribu ton, Malaysia sebanyak 39 ribu ton, dan EU-27 sebanyak 10 ribu ton.

Kenaikan ekspor tersebut turut mendongkrak kenaikan nilai ekspor produk sawit bulan Juni, dari US$ 2,822 miliar di bulan Mei menjadi US$ 3,636 miliar pada bulan Juni atau naik sebesar 28,84%.

Nilai ekspor 2025, secara YoY sampai dengan bulan Juni, mencapai US$17,277 miliar lebih tinggi sebesar 34,64% dari ekspor tahun 2024 sebesar US$12,832 miliar. Peningkatan nilai ekspor yang terjadi selain karena kenaikan volume ekspor, juga karena harga rata-rata Januari-Juni tahun 2025 sebesar US$1.180/ton Cif Rotterdam yang lebih tinggi dari rata-rata Januari-Juni tahun 2024 sebesar US$1.000/ton Cif Rotterdam.

Leave a reply

Iconomics