Gandeng CATL, TMMIN Kembangkan Produksi Baterai Kendaraan Listrik

0
66

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengembangkan produksi baterai kendaraan elektrifikasi di Indonesia dengan menggandeng kemitraan strategis dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL).

TMMIN menggelontorkan investasi senilai Rp1,3 triliun dalam mendukung dan mewujudkan upaya Indonesia memperkuat ekosistem industri kendaraan elektrifikasi, termasuk rantai pasok baterai, dari hulu hingga hilir.

“Saat ini TMMIN memiliki lini produksi baterai pack di pabrik Karawang untuk memproduksi baterai Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV. Melalui kolaborasi strategis dengan CATL di Indonesia, kami berupaya meningkatkan kemampuan produksi battery assy pack hingga pembuatan sel baterai dan modul secara menyeluruh,” kata Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto dalam keterangannya.

Nandi mengatakan komponen sel baterai dan modul yang saat ini diimpor, nantinya akan diproduksi oleh sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam menambahkan bahwa proses ini secara bertahap memperkuat rantai pasok yang telah ada, dengan mengembangkan kapabilitas manufaktur kendaraan konvensional menjadi mampu memproduksi kendaraan elektrifikasi secara menyeluruh, khususnya HEV. Dengan demikian, selain mempertahankan ekosistem pemasok yang ada, TMMIN juga meningkatkan secara progresif dan bahkan berpotensi menarik mitra rantai pasok baru untuk mendukung transformasi industri.

Baca Juga :   Anak-anak Usaha IFG Berkolaborasi Dalam Pengelolaan Investasi

Toyota yang selama 55 tahun telah menanamkan investasi sebesar Rp100 triliun ini bersama dengan jaringan pemasok lokal dan dealer yang melibatkan lebih dari 360.000 tenaga kerja di berbagai sektor, mulai dari produksi, rantai pasok, distribusi, hingga layanan purna jual. Upaya ini telah menghasilkan produksi kumulatif sebanyak 10 juta unit kendaraan Toyota dan 14 juta unit kendaraan Toyota Group.

Inisiatif ini merupakan cerminan bagi Toyota dalam menerapkan pendekatan Best in Town guna mendukung pengembangan industri nasional yang berkelanjutan, melalui penguatan kapabilitas lokal yang selaras dengan berbagai prioritas strategis pemerintah. Inisiatif ini juga diharapkan dapat mempercepat transisi menuju netralitas karbon melalui pendekatan berbagai macam teknologi (multipathway) yang telah teruji, mulai dari Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), termasuk Flexible Fuel Vehicles (FFVs) dengan menggunakan campuran bioethanol, yang sesuai dengan beragam kebutuhan mobilitas konsumen di pasar Indonesia.

Melalui peningkatan kandungan lokal baterai dengan pendalaman lokalisasi baterai sel dan modul di dalam negeri, Indonesia dapat mengembangkan kemampuan sumber daya manusia, mengurangi ketergantungan impor, memperkuat industri otomotif, dan mendukung upaya Indonesia menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan elektrifikasi serta komponen utamanya untuk pasar global.

Baca Juga :   BKPM Berbicara soal UMKM dan Target EoDB

Menurut catatan GAIKINDO, sepanjang Januari–Desember 2025, penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai 177,367 unit atau tumbuh sebesar 71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni 103,452 unit. Pada saat yang sama, produksi kendaraan elektrifikasi mencapai 127.420 unit, dengan 99.162 unit untuk pasar domestik dan sekitar 55% dari total penjualan yang dipenuhi oleh produksi lokal. HEV menjadi kontributor utama dengan jumlah 97.462 unit atau sekitar 76,5% dari seluruh kendaraan elektrifikasi yang diproduksi di Indonesia pada tahun 2025.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics