Transformasi BUMN Asuransi Lewat IFG untuk Perbaiki Struktur dan Investasi Perusahaan
Dony Oskaria/Dok. Iconomics
Badan Pengaturan (BP) BUMN telah memangkas 12 perusahaan asuransi dan penjaminan yang ada di bawah naungan Indonesia Financial Group (IFG). Pemangkasan perusahaan dilakukan sebagai bagian dari transformasi ekosistem BUMN.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, ukuran keberhasilan transformasi bisa dinilai dari penyederhanaan struktur perusahaan dan perbaikan kualitas pengelolaan investasi. Dan, berbagai persoalan yang terjadi di industri asuransi berawal dari penempatan investasi yang tidak seimbang dengan kewajiban atau liabilities.
Hal tersebut, kata Dony, dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya exposure risiko perusahaan.
“Selama ini banyak persoalan muncul karena tidak seimbang antara liabilities dan investasinya. Inilah yang menyebabkan kita terekspos dengan risiko yang cukup besar,” kata Dony dalam keterangan resminya pada Kamis (23/7).
Selanjutnya, kata Dony, masih ada persoalan yang perlu segera diselesaikan yakni masalah ketidakseimbangan portofolio investasi. Pertumbuhan kewajiban yang tidak diimbangi dengan kinerja aset investasi, berpotensi memperlebar kesenjangan keuangan perusahaan.
“Sekarang kita menyadari ada ketidakseimbangan dalam portofolio kita. Saya khawatir gap-nya justru semakin besar karena liabilities terus meningkat, sementara ada portofolio di sisi properti yang belum menghasilkan margin yang cukup untuk menutupi kewajiban tersebut. Ini harus diselesaikan dengan cepat,” ujar Dony.
Melalui transformasi holding BUMN asuransi, lanjut Dony, IFG diarahkan untuk membangun sistem pengelolaan investasi yang lebih disiplin, memperkuat manajemen risiko, dan memastikan pengembangan produk asuransi berdasarkan analisis risiko yang sehat.