BP BUMN Sebut Konsolidasi Aset Kawasan Akan Tambah 13 Ribu Hektare yang Dikelola Danareksa

0
6
Reporter: Rommy Yudhistira

Badan Pengaturan (BP) BUMN memproyeksikan konsolidasi aset kawasan industri milik perusahaan milik negara, akan menambah lebih dari 13 ribu hektare yang dikelola Danareksa.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, pihaknya akan memperkuat posisi Danareksa sebagai pengelola kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Juga memperkuat ekosistem investasi nasional.

Beberapa transformasi yang dilakukan, kata Dony, yakni pengembangan 7 kawasan industri yang sudah ada. Kemudian, optimalisasi aset, dan penataan entitas non-inti. Juga menguatkan pendapatan berulang melalui pengembangan utilitas, infrastruktur, dan properti pendukung kawasan.

“Kawasan industri nanti akan kita konsolidasikan. Memang Batam ini ada transaksi yang harus kita selesaikan, tetapi ke depan juga kita akan melihat potensi di Karawang, kemudian di Patimban, dan Batam,” kata Dony dalam keterangan resminya pada Rabu (22/7).

Konsolidasi kawasan industri, kata Dony, merupakan upaya strategis untuk memperkuat daya tarik investasi Indonesia melalui pengelolaan kawasan yang lebih terintegrasi.

Selain itu, lanjut Dony, melalui konsolidasi dan pengelolaan, Danareksa diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah aset BUMN. Juga mampu memperkuat daya saing kawasan industri nasional, serta mendorong pertumbuhan investasi di Indonesia.

Baca Juga :   Kementerian ATR/BPN Beberkan Perusahaan Pemilik SHGB dan SHM di Atas Pagar Laut Desa Kohod, Tangerang

“Sehingga kawasan industri ini akan menjadi backbone dari daya tarik investasi kita ke depan,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics