Garap Pasar Terapi Sel Punca, Prodia Buka Stemcell Clinic
PT Prodia Widyahusada Tbk telah meresmikan layanan Stemcell Clinic by Prodia/Dok. Prodia
PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) telah meresmikan layanan Stemcell Clinic by Prodia, pusat terapi pengobatan regeneratif berbasis sel punca. Stemcell Clinic by Prodia ini berkolaborasi dengan PT Prodia Stemcell Indonesia (ProSTEM).
“Melanjutkan langkah strategis tahun 2025 dengan akuisisi 30% saham ProSTEM, Prodia terus berkomitmen menghadirkan inovasi layanan kesehatan yang berfokus pada kebutuhan masyarakat, termasuk pengembangan terapi pengobatan regeneratif berbasis sel punca sebagai bagian dari precision medicine dan future medicine,” kata Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty dalam keterangannya.
Ia mengatakan pembukaan Stemcell Clinic by Prodia ini merupakan bentuk kolaborasi Prodia dan ProSTEM dalam menyediakan solusi kesehatan yang tidak hanya kuratif, tetapi juga preventif, regeneratif, dan mendukung wellness masyarakat secara menyeluruh.
Dewi menyatakan Prodia optimistis layanan Stemcell Clinic by Prodia ini dapat memperkuat positioning Prodia sebagai penyedia layanan kesehatan terintegrasi terdepan di Indonesia. Ke depan, kolaborasi ini akan diperluas jangkauannya ke area dan kota-kota strategis lainnya, serta tidak terbatas pada specialty clinic saja, tetapi menjadi bagian dari ekosistem layanan kesehatan Prodia secara menyeluruh.
Layanan yang dihadirkan meliputi terapi sel punca untuk penyakit ortopedi seperti Lesi Osteochondral, Osteoarthritis, Osteoporosis, Reparasi dan Rekonstruksi Tendon/Ligamen, serta Cedera Meniskus Lutut.
Direktur ProSTEM, Cynthia Retna Sartika menjelaskan sebagai perusahaan yang berpengalaman dalam penelitian dan pengembangan terapi sel punca, sel, dan turunannya, ProSTEM memiliki kapabilitas serta dukungan teknologi untuk menghadirkan produk yang terstandar dan dikembangkan berdasarkan pendekatan ilmiah.
“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada inovasi, tetapi juga pada konsistensi kualitas, pengendalian proses, serta validasi sesuai dengan perolehan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta izin operasional dari Kementerian Kesehatan untuk penyimpanan dan pemrosesan sel punca, sel, dan turunannya,” katanya.
Cynthia mengatakan ProSTEM juga mengacu pada standar internasional, seperti NetCord & Foundation for the Accreditation of Cellular Therapy (FACT-NetCord) serta Association for the Advancement of Blood & Biotherapies (AABB), khususnya dalam aspek pengendalian mutu (quality control), traceability, dan keamanan produk berbasis sel. Sistem manajemen mutu kami juga telah tersertifikasi ISO 9001:2015, yang semakin memperkuat konsistensi proses dan layanan yang kami berikan.