Perusahaan Minuman Ringan Arab Saudi Incar Mitra Lokal di Indonesia dan Malaysia
Ilustrasi produk Kinza. Perusahaan minuman asal Arab Saudi ini sedang membidik pasar Indonesia dan Malaysia sebagai prioritas ekspansi bisnisnya di Asia Tenggara/Foto: Dok. Kinza
Produsen minuman ringan berkarbonasi asal Arab Saudi, Kinza, membidik pasar Indonesia dan Malaysia sebagai prioritas ekspansi bisnisnya di Asia Tenggara. Untuk mempercepat langkah tersebut, Kinza berpartisipasi dalam Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026 di Kuala Lumpur pada 23–26 September 2026 guna menjaring mitra manufaktur dan distribusi lokal.
Pendiri Kinza, Bandar Okrin, menyatakan bahwa Asia Tenggara menjadi babak baru yang krusial dalam pertumbuhan internasional perusahaan. Langkah ini bagian dari strategi membawa merek konsumen Saudi ke panggung global.
“Kinza lahir di Arab Saudi, dan ambisi kami tidak pernah dibatasi oleh kondisi geografis. Dalam waktu singkat, produk kami telah menjangkau 75 pasar di lima benua,” ujar Okrin dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Di Indonesia, Kinza berfokus mengembangkan jalur pemasaran (route to market) serta mengkaji model manufaktur yang paling efisien, termasuk opsi contract manufacturing dan kemitraan industri. Kehadiran fasilitas atau mitra produksi lokal diharapkan mampu memangkas lead time serta biaya logistik.
Strategi pemasaran di Indonesia akan menitikberatkan pada kesesuaian cita rasa, keterjangkauan harga, dan penetrasi saluran distribusi mulai dari jaringan ritel modern, toko independen, foodservice, hingga e-commerce. Sementara di Malaysia, Kinza lebih berfokus pada kemitraan ritel, convenience store, serta produk varian rendah dan bebas gula.
Meskipun mulai membangun basis manufaktur internasional, basis produksi utama dan ekspor Kinza tetap berpusat di Jeddah, Arab Saudi. Portofolio produk yang ditawarkan meliputi varian cola, lemon, jeruk, citrus, blackcurrant, delima, produk zero-sugar, soda water, hingga minuman berenergi.
Ke depan, Kinza memproyeksikan Indonesia dan Malaysia sebagai hub strategis untuk memperluas jangkauan bisnis ke negara-negara lain di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Asia Tengah.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, saat ini tercatat 126 unit industri minuman ringan di Indonesia, dengan kapasitas produksi mencapai 15,5 miliar liter per tahun. Industri ini menyerap tenaga kerja lebih dari 22.000 orang