APBI-ICMA Bersama SUN Dorong Inovasi Percepat Transisi Tambang Rendah Karbon

0
11
Reporter: Rommy Yudhistira

Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) bersama SUN berupaya mendorong inovasi yang dapat mempercepat transisi menuju operasi tambang rendah karbon. Melalui Greenovation, Green Mining Innovation Challenge 2026, APBI dan SUN mempertemukan para profesional di industri pertambangan untuk menghadirkan solusi inovatif.

CEO SUN Mobility Karina Darmawan mengatakan, Greenovation lahir untuk mewadahi ide-ide yang selama ini belum mendapatkan tempat. Untuk itu, SUN bersama APBI hadir untuk memberikan kesempatan agar ide-ide tersebut dapat diketahui, dan memberikan dampak besar untuk perusahaan.

“Kita harus berinovasi, inovasi apa yang bisa membawa mining menjadi lebih sustain. Sehingga pada akhirnya animonya menjadi sangat besar,” kata Karina di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (11/9).

Pada penyelenggaraan kedua Greenovation, kata Karina, ada 2 area transformasi utama yang menjadi fokus kompetisi. Pertama, optimasi bauran energi dan efisiensi operasional tambang.

Pada kategori itu, kata Karina, mencakup inovasi dalam pemanfaatan energi terbarukan, efisiensi bahan bakar, hybrid system, hingga sistem manajemen cerdas.

Kedua, lanjut Karina, elektrifikasi kendaraan dan alat berat tambang. Dalam kategori itu, fokus untuk mendorong solusi dalam mendukung transisi menuju kendaraan, dan alat berat listrik, termasuk kesiapan infrastruktur pengisian daya, strategi implementasi, hingga model bisnis yang dapat dikembangkan secara luas di masa depan.

Baca Juga :   Kemenaker Sebut Penyaluran BSU Sudah Capai 82,69% dan Upayakan Percepatan agar Segera Tuntas

“Selama program (Greenovation) kurang lebih kita buka awal dari Maret-April 2026 hingga sekarang, kita mengadakan coaching clinic. Itu bantuan (untuk peserta) secara gratis untuk mengedukasi, memvalidasi teknis, serta membuat proposal,” tambah Karina.

Untuk proses pelaksanaan Greenovation, CEO SUN Energy Jefferson Kuesar menambahkan, pihaknya membuka pendaftaran dan proposal pada 1 April-30 Juni 2026. Dari ratusan peserta yang mendaftar, dipilih sebanyak 30 tim terbaik pada 24 Juli 2026.

Setelah proses presentasi, ujar Jefferson, dilanjutkan dengan penjurian dan pengumuman pemenang pada 11 September 2026.

Adapun pemenang Gold Winner untuk kategori Electrification of Mining Vehicles & Heavy Equipment dimenangkan oleh Bravo Team dari PT Borneo Indobara. Selanjutnya untuk pemenang Gold Winner kategori Energy Mix Optimization & Mining Operational Efficiency dimenangkan oleh N-Zero Squad dari PT Adaro Indonesia.

Jefferson mengatakan, dalam proses penjurian, ada 5 faktor yang menjadi pedoman bagi dewan juri untuk menentukan pemenang. Pertama, relevansi. Kedua, inovasi dalam ide. Ketiga, inovasi yang diciptakan dapat memengaruhi terhadap kelangsungan bisnis perusahaan. Keempat, inovasi yang bisa terus berkembang. Kelima, keberlanjutan dan keamanan.

Baca Juga :   Wamenkeu: Birokrasi adalah Kunci Implementasi UU Cipta Kerja

“Kami harap ide-ide ini akan menjadi perhatian dari manajemen mereka. Sehingga akan lebih ada dorongan untuk melakukan implementasi. Mungkin untuk satu pilot project dahulu, tapi mungkin nanti di 2027 kita bisa berpikir bagaimana kita mau scale lebih besar lagi. Itu harapan kita, dapat perhatian manajemen,” ujar Jefferson.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu perwakilan pemenang dari Bravo Team – PT Borneo Indobara mengatakan, ide dasar dari inovasi yang diluncurkan bertujuan untuk menjawab tantangan elektrifikasi yang sulit untuk menjangkau area dasar lubang bukaan tambang (bottom pit).

“Dari kami sendiri ini bisa menjadi amal jariah. Karena ada ilmu yang kita bagikan untuk seluruh Indonesia. Dan, juga ke depannya untuk teknologinya bisa terus berkembang bukan hanya untuk Adaro, tapi juga untuk mining secara keseluruhan,” kata salah satu perwakilan tim pemenang.

Leave a reply

Iconomics