KKP Targetkan Kenaikan Penyerapan Garam Lokal
Menteri KKP Edhy Prabowo/rri
Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mengeluarkan kebijakan untuk mendorong penyerapan garam lokal. Garam impor yang melimpah di pasaran membuat harga garam lokal saat ini menjadi anjlok.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan akan mengeluarkan sebuah kebijakan berupa penyerapan pada garam lokal sebesar 1,5 juta ton. Adapun serapan garam petani pada periode Juli 2019-Juni 2020 hanya sebesar 1,1 juta ton.
“Iya bener (harga jatuh). Ini harus dicari jalan keluar, penyerapan garam yang tadinya 1,1 (juta ton) sudah diputuskan 1,5 oleh pelaku usaha kepada masyarakat industri garam lokal,” terang Edhy belum lama ini di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.
Menurut Edhy, bila hal tersebut dibiarkan maka yang akan paling merasakan adalah pelaku industri pertanian garam dan dikhawatirkan membuat harga garam semakin turun. Padahal biaya angkut garam tersebut sangat tinggi. Ini pula yang Edhy katakan untuk dicari solusinya.
Soal garam lokal, Edhy memberikan catatan untuk meningkatkan kualitas garam dengan fasilitas biomembran. Dengan demikian, garam tidak bercampur dengan tanah ketika menyambut masa panen. Penambahan tambak garam dengan biomembran juga dapat ditambahkan, dari 7 ribu hektar menjadi 27 ribu hektar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menegaskan bahwa kebijakan yang menargetkan penyerapan garam 1,5 juta ton akan dilaksanakan pada Juni mendatang dan akan berlangsung selama satu tahun lamanya.