Mulai Akhir 2023, Louis Dreyfus Company akan Bangun Pabrik Pemurnian Gliserin di Lampung
Penampakan dari udara perluasan kawasan pabrik penyulingan LDC di Lampung, Indonesia - Copyright LDC/Dok. LDC
Perusahaan perdagangan dan pengolahan pertanian, Louis Dreyfus Company (LDC) melakukan perluasan kawasan penyulingannya di Lampung. Aksi korporasi ini adalah bagian dari rencana strategis perusahaan untuk memperluas bisnis hilirnya dan mendiversifikasi pendapatan melalui produk bernilai tambah. Pengembangan ini akan memperlihatkan penambahan kapasitas penyulingan gliserin dan kemampuan pengemasan minyak nabati.
Pengembangan fasilitas baru LDC di Lampung ini akan melengkapi kegiatan pemurnian gliserin yang sudah ada di Amerika Serikat (Claypool, Indiana) dan Jerman (Wittenberg), menyelesaikan penawaran gliserin Grup untuk mencakup semua bahan baku utama, sejalan dengan persyaratan formulasi dan label pelanggan.
LDC menginformasikan pabrik baru ini akan dilengkapi untuk memproduksi gliserin kelas USP (United States Pharmacopeia, panduan standar obat yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat, dan menawarkan berbagai pilihan kemasan makanan yang berkualitas.
“Perluasan kawasan penyulingan kelapa sawit terintegrasi kami di Lampung dengan penyulingan gliserin dan lini pengemasan minyak nabati merupakan tonggak penting dalam rencana strategis perusahaan, ini mendukung diversifikasi pendapatan dan integrasi bisnis hilir kami,” kata Chief Commercial Officer LDC dan Head of Food & Feed Solutions, James Zhou dalam keterangan resminya.
“Investasi ini akan memperkuat kemampuan kami untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang tumbuh dan berkembang di seluruh dunia dengan produk dan bahan berkualitas tinggi, dan memposisikan LDC sebagai pemimpin global dalam industri gliserin, sebagai produk inti dalam portofolio kami,” lanjutnya.
LDC’s Head of South & Southeast Asia, Rubens Marques mengatakan pembangunan pabrik baru ini tidak hanya memperkuat posisinya di pasar Indonesia saja, tetapi akan semakin memperkuat kapasitasnya untuk memproses, mengemas, dan mendistribusikan produk bernilai tambah yang dapat merespons tren pasar dan konsumen yang berkembang, termasuk meningkatnya permintaan akan makanan dan bahan nabati yang sehat dengan memanfaatkan rantai pasokan global, jaringan operasional, dan wawasan pasar dari LDC.
LDC menyebut pekerjaan konstruksi diharapkan akan dimulai akhir tahun 2023.