NFC dan SiCepat Masuk ke Bisnis Kendaraan Listrik

0
955

PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) menggandeng PT SiCepat Expres Indonesia (SiCepat) untuk memasuki bisnis electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik. Kedua perusahaan tersebut mendirikan perusahaan patungan PT Energi Selalu Baru (ESB) yang berfokus pada distribusi sepeda motor listrik, penukaran baterai dan berbagai layanan pendukungnya.

PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) dan PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) akan memiliki saham minoritas di ESB dengan menyediakan dukungan komersial, infrastruktur dan ekosistem. ESB juga akan memiliki saham mayoritas di perusahaan manufaktur EV, PT Volta Indonesia Semesta (Volta).

Presiden Direktur NFCX Abraham Theofilus mengatakan pihaknya menyadari value proposition dari Indonesia yang lebih hijau dilatarbelakangi oleh populasi yang lebih peduli lingkungan, NFCX dengan senang hati memimpin kemajuan Grup ke pasar EV Indonesia yang menjanjikan. Menurutnya, melalui platform digital yang memungkinkan pengguna untuk mengelola kendaraan listrik mereka dan penggunaan baterai terkait, pihaknya berusaha untuk meredakan keraguan yang berkaitan dengan adopsi EV terutama perihal jarak tempuh dan frekuensi penggunaan.

Baca Juga :   CBL, Antam dan IBI Investasikan US$5,968 miliar untuk Proyek Integrasi Baterai EV

“Dalam prosesnya, NFCX juga akan secara bertahap memperkenalkan mekanisme loyalitas dalam platform digital yang akan memberi reward kepada pengguna sepeda motor listrik kami,” kata Abraham dalam siaran pers.

CEO SiCepat The Kim Hai mengatakan SiCepat merasa terhormat menjadi mitra logistik untuk ESB dan mengambil langkah konkret untuk memajukan upaya tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di dalam perusahaan. Ia berharap dengan teknologi baterai yang meningkat seiring berjalannya waktu, praktik ramah lingkungan/go green dalam industri transportasi/logistik akan menjadi semakin terjangkau dan ekonomis.

“Untuk tahap 1, kami juga akan menambahkan sekitar 5.000 sepeda motor listrik ESB ke dalam armada kami dan akan terus menambahkan sepeda motor listrik untuk mendukung upaya Pemerintah menuju Indonesia yang lebih hijau,” kata The Kim Hai.

Adapun Presiden Direktur TFAS Jody Hedrian mengatakan kurir dan alat transportasinya merupakan bagian penting dari ekosistem logistik teknologi TFAS. Pihaknya akan berusaha untuk mengintegrasikan stasiun penukaran baterai ke dalam jaringan titik drop logistik TFAS yang sedang berkembang.

Baca Juga :   Kolaborasi dengan Volta, Bank Mandiri Fasilitasi Pembelian Motor Listrik Melalui Aplikasi Livin’ By Mandiri

NFCX menjelaskan saat ini, sepeda motor listriknya sudah dalam pengujian beta dengan lembaga pemerintahan dan beberapa perusahaan swasta. Sepeda motor listrik dan fasilitas pendukungnya ini diharapkan dapat dibuka untuk akses pasar massal pada akhir paruh kedua tahun 2021.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics