Satelit Nusantara Lima Milik Pasifik Satelit Nusantara Telah Tiba di Orbit, Ditargetkan Beroperasi Penuh April 2026
Satelit Nusantara Tiga atau Satelit Republik Indonesia (SATRIA) ke orbit dengan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat pada 18 Juni 2023/Dok. PSN
PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) menyatakan bahwa Satelit Nusantara Lima (SNL/Satelit N5) telah tiba di orbit geostasioner pada 113° Bujur Timur, tepat berada di atas Pulau Kalimantan, dengan ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan bumi pada Kamis, 29 Januari 2026.
Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso menyampaikan bahwa tibanya Satelit N5 di orbit merupakan pencapaian strategis dan milestone penting dalam penguatan infrastruktur satelit nasional dan mewujudkan kedaulatan antariksa Indonesia. Harapannya, akses internet yang terjangkau ini akan meningkatkan perekonomian, peningkatan layanan publik, kesehatan, lingkungan hingga pertahanan serta keamanan.
“Kami bersyukur SNL telah berhasil tiba di orbit 113° Bujur Timur sesuai dengan rencana. Keberhasilan proses EOR menegaskan kesiapan teknologi satelit ini untuk memasuki tahapan berikutnya. SNL merupakan bagian dari komitmen PSN dalam menghadirkan konektivitas berkapasitas besar dan andal untuk Indonesia,” kata Adi dalam keterangannya.
SNL adalah satelit berteknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan total kapasitas lebih dari 160 Gbps, menggunakan platform Boeing 702MP, dan memiliki 101 spot beam Ka-band yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. SNL merupakan The Most Advanced VHTS di dunia.
PSN juga mampu menyediakan layanan broadband hingga ke negara-negara ASEAN yaitu Malaysia, dan Filipina. Satelit ini dirancang memiliki usia operasional lebih dari 15 tahun. Dengan nanti beroperasinya Satelit N5, maka Indonesia akan memiliki kapasitas lebih dari 400 Gbps yang merupakan terbesar di Asia Pasifik.
Project Director SNL sekaligus Direktur Teknologi PSN, Satrio Adiwicaksono menjelaskan bahwa setelah tiba di orbit, satelit akan segera memasuki fase Testing.
“Tahapan ini untuk memverifikasi kesehatan dan performa satelit pascapeluncuran dan integrasi dengan jaringan ruas/stasiun bumi. Proses ini akan berlangsung sekitar 90 hari, sebelum dilanjutkan dengan tahapan spacecraft handover, yaitu serah terima operasional satelit dari Boeing kepada SNL,” kata Satrio.
Adi menambahkan, dalam mendukung operasional Satelit N5, PSN telah menyiapkan tujuh Stasiun Bumi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, yaitu Aceh, Bengkulu, Banjarmasin, Cikarang, Gresik, Kupang, dan Tarakan. Seluruh infrastruktur ruas bumi ini akan berperan penting dalam memastikan layanan satelit dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.
“SNL ditargetkan beroperasi penuh pada April 2026 dan diharapkan dapat memperkuat ekosistem konektivitas nasional, khususnya dalam mendukung kebutuhan komunikasi data berkapasitas besar serta percepatan transformasi digital di kawasan Asia Tenggara,” kata Adi.