SoftBank Ventures Lakukan Pendanaan pada Startup AI Sebesar US$9 Juta
CEO of SoftBank Ventures Asia JP Lee/Dok. SBVA
SoftBank Ventures Asia (SBVA) turut serta dalam penggalangan dana putaran Seri A untuk VoyagerX, startup software kecerdasaan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang berbasis di Korea Selatan.
Tak hanya SoftBank Ventures Asia, ada juga Alto Ventures dan Yellowdog yang turut serta dalam putaran pendanaan tersebut. Masing-masing perusahaan menginvestasikan dana sebesar US$ 9 juta sehingga total dana terkumpul mencapai US$27 juta.
VoyagerX menargetkan akan mempekerjakan 100 orang SDM global yang menguasai AI pada tahun 2022. Dana segar ini akan digunakan untuk pengembangan produk dan rekrutmen SDM global yang ahli di bidang AI.
“Dengan semakin cepatnya perkembangan teknologi AI dan meningkatnya permintaan untuk solusi digital, kami melihat adanya peluang pasar yang cukup besar. Di SoftBank Ventures Asia, kami fokus pada investasi di bidang teknologi transformatif yang bisa memberikan dampak positif pada kehidupan masyarakat. Kecerdasan buatan termasuk dalam katagori tersebut, dan VoyagerX dengan kemampuan handal mereka di bidang AI, inovasi yang kreatif dan waktu pemasaran yang cepat, telah membuktikan bahwa mereka memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin pasar di bidang ini,” kata CEO SoftBank Ventures Asia JP Lee dalam siaran pers tertulis.
Menurut CEO VoyagerX Sedong Nam, pihaknya optimistis pada potensi transformatif AI dan deep learning. Ia juga sangat senang bahwa perusahaan modal ventura besar seperti SoftBank Ventures Asia bersedia berbagi visi dengan VoyagerX.
“Kami berharap dapat menghadapi tantangan di masa depan dengan dukungan dari para pemodal,” kata Sedong.
Partisipasi SBVA pada pendanaan VoyagerX merupakan strategi berkelanjutan perusahaan yang fokus pada startup yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi dari prospek menjanjikan pasar ekonomi digital Asia.
Belum lama ini, SoftBank Ventures Asia juga mengumumkan investasi ke Youibot, startup robot asal China; Super, startup social commerce di Indonesia, dan Standard Energy, pengembang baterai ion vanadium dari Korea Selatan.
SBVA mengungkapkan terus berkomitmen investasi pada sejumlah startup teknologi di Indonesia. Sejak pertama kali berinvestasi di Tokopedia pada tahun 2013, belakangan SBVA terus melakukan pendanaan terhadap Ajaib, Alodokter, CoHive, Funding Societies (Modalku), MamiKos, Super, Waresix dan Yummy Corp.