Jokowi Beberkan Proses Kelulusan dari UGM, Ujian Skripsi hingga Wisuda

0
19
Reporter: Wisnu Yusep

Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) membeberkan secara rinci proses kelulusannya dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), mulai dari ujian skripsi, wisuda, hingga penerbitan ijazah pada tahun 1985.

Keterangan itu disampaikan Jokowi saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan kawan-kawan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), pada Kamis (04/11/2026).

Di hadapan majelis hakim, Jokowi menjelaskan bahwa dirinya menjalani ujian skripsi pada 23 Oktober 1985.

“Ya jadi ujian skripsi itu pada tanggal 23 Oktober 1985, Yang Mulia,” kata Jokowi dalam persidangan.

Setelah menyelesaikan ujian skripsi, Jokowi mengaku mengikuti prosesi wisuda bersama lulusan dari berbagai fakultas di UGM pada 19 November 1985. Wisuda itu pun, kata Jokowi berlangsung di Gedung Purna Budaya Bulaksumur, Yogyakarta.

Jokowi menyebut terdapat 14 mahasiswa Fakultas Kehutanan yang mengikuti wisuda pada kesempatan itu. Namun, dia mengaku tidak mengingat seluruh nama lulusan yang hadir.

Baca Juga :   Zurich Syariah Berikan Asuransi kepada 8.000 Mahasiswa KKN UGM

“Satu Fakultas Kehutanan itu ada yang ikut wisuda itu ada 14 orang, Yang Mulia,” ujarnya.

Jokowi juga menyebut dirinya berada pada urutan ke-12 dalam daftar mahasiswa yang diingatnya.

Dalam pemeriksaan berikutnya, jaksa mendalami waktu penerbitan ijazah S1 milik Jokowi. Menjawab pertanyaan jaksa, Jokowi menyebut ijazahnya diterbitkan pada 5 November 1985.

Dokumen itu, lanjut Jokowi, ditandatangani oleh dua pejabat UGM saat itu, yakni rektor dan Dekan Fakultas Kehutanan.

Jaksa kemudian memastikan apakah ijazah S1 yang sebelumnya diperlihatkan dalam persidangan benar merupakan milik Jokowi.

“Betul, Yang Mulia,” jawab Jokowi.

Pemeriksaan juga menyentuh foto yang tercantum dalam ijazah Jokowi. Jaksa menanyakan apakah foto itu merupakan foto Jokowi atau seseorang bernama Dumatno Budi Utomo.

Jokowi dengan tegas menyatakan foto tersebut adalah dirinya.

“Foto saya, Yang Mulia. Untuk apa dipasang fotonya Dumatno Budi Utomo?” jawabnya.

Selain menjelaskan proses kelulusannya, Jokowi mengaku tidak mengetahui bahwa ijazah S1 miliknya dijadikan objek penelitian oleh terdakwa. Dia juga menyatakan tidak pernah menerima permintaan izin maupun pemberitahuan terkait penelitian itu.

Baca Juga :   United Tractors Bersama UGM Kembangkan Traktor Listrik

Jokowi kemudian mengungkap pengalaman saat didatangi rombongan menggunakan bus yang menggelar demonstrasi di kediamannya. Dalam rombongan itu, tiga orang sempat dipersilakan masuk dan meminta Jokowi memperlihatkan ijazah asli.

Namun, Jokowi menolak permintaan orang-orang itu, karena menilai rombongan itu tidak memiliki kewenangan untuk memeriksa dokumen pribadinya.

Menurut Jokowi, dirinya hanya bersedia memperlihatkan ijazah asli apabila diminta oleh aparat penegak hukum, seperti kepolisian dan kejaksaan maupun pengadilan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics