Laba Bank Kalbar Tumbuh 7,6% pada 2025, Kinerja Tetap Solid di Tengah Tekanan Ekonomi

0
59

Di tengah tekanan ekonomi nasional dan ketatnya persaingan industri perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Bank daerah ini membukukan laba bersih sebesar Rp522,99 miliar, tumbuh 7,66 persen dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar Rp485,80 miliar.

Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, mengatakan capaian kinerja tahun 2025 ini merupakan hasil kerja kolektif yang solid, strategi yang terarah, serta kepercayaan nasabah yang terus menguat.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa Bank Kalbar tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan, tetapi juga terus menorehkan langkah maju dengan keyakinan yang kuat,”ujarnya dalam keterangan pers, dikutip Selasa (6/1).

Berdasarkan data kinerja unaudited 2025, total aset Bank Kalbar mencapai Rp27,84 triliun, tumbuh 5,02 persen dari Rp26,51 triliun pada 2024. Pertumbuhan aset ini mencerminkan fondasi keuangan yang semakin kokoh seiring ekspansi bisnis yang terukur.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Kalbar tercatat sebesar Rp21,11 triliun, meningkat 3,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp20,35 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 7,18 persen menjadi Rp18,07 triliun, dari Rp16,86 triliun pada 2024, mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan optimal dalam mendukung perekonomian daerah.

Baca Juga :   Bank Kalbar Siapkan Dirut Baru, Pemegang Saham Siapkan Posisi Baru untuk Rokidi

Penguatan kinerja juga tercermin dari sisi permodalan. Hingga akhir 2025, modal inti Bank Kalbar mencapai Rp4,4 triliun, tumbuh 7,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp4,1 triliun. Penguatan modal ini menjadi fondasi penting bagi ketahanan bank sekaligus mendukung kapasitas ekspansi ke depan.

Sejumlah rasio keuangan Bank Kalbar tetap berada pada level sehat. BOPO tercatat 69,64 persen, LDR 85,59 persen, ROA 2,63 persen, dan ROE 12,50 persen, sementara NPL terjaga rendah di 1,85 persen. Adapun rasio CASA mencapai 57,90 persen, menunjukkan struktur pendanaan yang semakin efisien dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Bank Kalbar Syariah juga mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Total aset tumbuh 14,34 persen menjadi Rp2,95 triliun, DPK meningkat 15,09 persen menjadi Rp1,22 triliun, dan penyaluran pembiayaan mencapai Rp1,51 triliun atau tumbuh 4,14 persen. Laba Bank Kalbar Syariah melonjak signifikan 34,24 persen menjadi Rp141,84 miliar, dengan kualitas pembiayaan terjaga baik, tercermin dari NPF Gross sebesar 0,58 persen.

Rokidi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas capaian tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota (Gubernur, Wali Kota, Bupati Se-Kalbar), DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, DPRD Kota Se-Kalbar, Regulator, nasabah setia, mitra kerja, serta seluruh insan Bank Kalbar yang telah bekerja dengan dedikasi, loyalitas, dan semangat juang luar biasa,” ujarnya.

Leave a reply

Iconomics