Kemenkeu Tunjuk BNI Sekuritas Distribusikan SBN Retail Seri ORI029

0
62
Reporter: Rommy Yudhistira

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjuk PT BNI Sekuritas untuk mendistribusikan surat berharga negara (SBN) retail jenis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029. Produk investasi itu dapat dibeli melalui aplikasi New Bions by BNI Sekuritas dengan masa penawaran mulai 26 Januari-19 Februari 2026.

Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas Teddy Wishadi mengatakan, sebagai SBN retail pertama yang terbit pada 2026, ORI029 hadir dalam 2 pilihan tenor investasi. Kedua tenor itu ialah ORI029-T3 dengan jangka waktu 3 tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Februari 2029, serta ORI029-T6 dengan tenor 6 tahun yang akan jatuh tempo pada 15 Februari 2032.

ORI029, kata Teddy, menawarkan tingkat kupon yang kompetitif, masing-masing sebesar 5,45% per tahun untuk ORI029-T3, dan 5,80% untuk ORI029-T6.

“Sebagai instrumen investasi yang dijamin sepenuhnya oleh Negara, baik dari sisi pembayaran kupon maupun pokok investasi, ORI029 menawarkan tingkat risiko yang relatif rendah dengan imbal hasil yang tetap kompetitif.” kata Teddy dalam keterangan resminya pada Selasa (3/2).

Baca Juga :   Kemenkeu Kawal BLU

Melalui New Bions by BNI Sekuritas, kata Teddy, investor dapat membeli ORI029 dengan nilai investasi mulai dari Rp 1 juta. Batas maksimum pemesanan sebesar Rp 5 miliar untuk ORI029-T3, dan Rp 10 miliar untuk ORI029-T6. Investor pun dapat memilih salah satu atau kedua seri ORI029, sesuai dengan tujuan keuangan, dan strategi investasinya masing-masing.

“Hal ini menjadikan ORI029 relevan bagi investor yang ingin menjaga stabilitas fundamental serta kinerja portofolio dalam jangka menengah hingga panjang,” ujar Teddy.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics