Sport Tourism Dongkrak Okupansi RedDoorz

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, nilai industri sport tourism global diperkirakan mencapai sekitar US$625 miliar atau sekitar Rp11.306 triliun.
0
11

RedDoorz, platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand, melihat tren sport tourism mulai mengubah pola perjalanan wisatawan domestik di Indonesia. Wisatawan kini tidak lagi sekadar menentukan destinasi, tetapi juga merencanakan perjalanan berdasarkan ajang olahraga yang diikuti.

Hal tersebut tercermin dari penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon 2026, ajang sport tourism pertama yang didukung RedDoorz sebagai Official Accommodation Partner.

“Kami melihat perubahan perilaku wisatawan. Jika sebelumnya orang memilih destinasi terlebih dahulu, kini semakin banyak yang memilih mengikuti sebuah event, kemudian menyusun perjalanan mereka di sekitarnya. Sport tourism menciptakan permintaan perjalanan yang lebih terarah sekaligus membuka peluang bagi destinasi berkembang untuk menarik wisatawan baru,” ujar Gusti Raganata, Head of Government Relations RedDoorz, dikutip dari keterangan pers, Rabu (15/7).

Sindoro Sumbing Triathlon 2026 digelar bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Wonosobo ke-201 pada 11 Juli 2026. Ajang tersebut berhasil menarik sekitar 10.000 pengunjung dan diikuti sekitar 200 atlet triathlon, dengan total sekitar 600 atlet beserta pendamping, serta sekitar 7.000 peserta Fun Walk. 

Baca Juga :   Arus Balik Sudah Terlihat, tapi Pemudik Juga Masih Tinggi di Stasiun Gambir dan Senen

Menurut RedDoorz, kehadiran peserta dan pengunjung menciptakan multiplier effect yang memberikan manfaat bagi berbagai sektor ekonomi lokal, mulai dari meningkatnya permintaan akomodasi dan transportasi hingga mendorong aktivitas pelaku UMKM setempat. 

Selama penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon 2026, RedDoorz mencatat tingkat okupansi jaringan propertinya di Kabupaten Wonosobo meningkat dari rata-rata 60% pada periode normal menjadi 81%. 

Sementara itu, 21 properti yang berada di sekitar kawasan Sindoro Sumbing mencatat kenaikan okupansi menjadi 70% selama acara berlangsung. Pada periode yang sama, jumlah pemesanan juga meningkat hingga 30% dengan total lebih dari 1.500 pemesanan. 

RedDoorz juga mencatat perubahan pada durasi menginap tamu selama penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon. Rata-rata lama menginap wisatawan meningkat dari satu malam menjadi tiga malam. 

Menurut RedDoorz, temuan ini menunjukkan bahwa banyak peserta dan wisatawan memilih memperpanjang masa tinggal mereka setelah mengikuti perlombaan, sekaligus memanfaatkan kesempatan untuk menikmati destinasi wisata serta berbagai aktivitas di kawasan Sindoro-Sumbing.

Temuan RedDoorz sejalan dengan upaya pemerintah menjadikan sport tourism sebagai salah satu penggerak baru pariwisata nasional. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, nilai industri sport tourism global diperkirakan mencapai sekitar US$625 miliar atau sekitar Rp11.306 triliun. Hal ini menunjukkan besarnya potensi sektor tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. 

Baca Juga :   Jawab Regulator, RedDoorz Kenalkan Layanan Kosan KoolKost

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengatakan penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon 2026 turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal.

Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai mitra, termasuk RedDoorz sebagai Official Accommodation Partner, yang membantu memastikan kesiapan akomodasi bagi ribuan peserta dan pengunjung.

“Kolaborasi seperti ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman yang baik bagi wisatawan sekaligus memperkuat posisi Wonosobo sebagai destinasi sport tourism yang semakin berkembang,” ujarnya.

Melalui jaringan 56 properti di Kabupaten Wonosobo, termasuk 21 properti yang berada sekitar 15 menit dari lokasi acara, RedDoorz menyediakan beragam pilihan akomodasi yang nyaman, terjangkau, dan mudah dijangkau selama penyelenggaraan kegiatan. 

“Bagi kami, sport tourism bukan hanya menciptakan lonjakan permintaan akomodasi saat acara berlangsung, tetapi juga membantu memperkenalkan destinasi-destinasi berkembang kepada wisatawan baru. Ke depan, kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah maupun penyelenggara acara untuk memperkuat ekosistem sport tourism dan mendorong pertumbuhan pariwisata domestik yang lebih merata,” ujar Gusti Raganata.

Leave a reply

Iconomics