Aset Tumbuh 15,4% YoY di 2035, BCA Syariah Targetkan Dobel Digit untuk 3 Hal Ini di 2026, Apa Saja?
PT Bank BCA Syariah mencetak kinerja keuangan positif pada 2025. Buktinya aset bertumbuh 15,4% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 19,2 triliun per Desember 2025.
Karena itu, BCA Syariah menargetkan pertumbuhan dobel digit untuk pembiayaan, pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), dan keuntungan pada tahun ini.
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, pihaknya akan menjalankan beberapa strategi untuk mencapai target tersebut. Dari sisi pengelolaan DPK, BCA Syariah akan memperkuat fitur-fitur pada aplikasi BSya dan fasilitas perbankan BIQ by BCA Syariah untuk pelaku usaha (individu dan non-individu).
“Kemudian retail dengan BSya, dan untuk organisasi atau korporasi dengan BIQ. Servis lainnya termasuk remitansi, dan sebagainya,” kata Yuli di kantor BCA Syariah, Jakarta, Selasa (10/2).
Dari sisi pembiayaan, kata Yuli, BCA Syariah masih tetap memilih segmen pembiayaan yang kuat. Dengan prinsip kehati-hatian BCA Syariah optimistis kinerja non performing financing (NPF) dapat terjaga dengan baik.
“Kita harus tetap menjaga NPF itu supaya tetap di kisaran yang memang sangat terjaga. Pada saat ini selalu di bawah 2% levelnya. Itu sekilas mengenai target,” ujar Yuli.
Sementara Direktur BCA Syariah Pranata menambahkan, pihaknya fokus pada produk pembiayaan KPR iB, dan Emas iB. Kedua produk itu dinilai memiliki tren yang positif sepanjang 2025.
Untuk mendorong peningkatan kinerja pembiayaan emas, dan KPR, kata Pranata, BCA Syariah memanfaatkan momen penyelenggaraan BCA Expoversary 2026 untuk memberikan penawaran spesial kepada masyarakat.
“Jadi kita coba terus memberikan keunggulan-keunggulan bagi nasabah, dan calon nasabah kita,” ujar Pranata.