Telkom Akses Resmikan Lensa Invoice Material, Sistem Digital Berbasis RPA dan OCR
PT Telkom Akses meresmikan implementasi Lensa Invoice Material, yang merupakan sistem digital berbasis robotic process automation (RPA) dan optical character recognition (OCR) untuk mempercepat proses administrasi penagihan.
Direktur Keuangan dan Management Risiko Telkom Akses Hery Sofiaji mengatakan, Lensa Invoice Material merupakan sistem terintegrasi yang mentransformasi proses penagihan material yang sebelumnya dilakukan secara manual. Dengan digitalisasi, maka dapat mengurangi risiko kesalahan, dan lebih cepat, serta akurat.
“Lensa Invoice Material kami rancang sebagai solusi strategis untuk menjawab tantangan efisiensi dan akurasi dalam proses penagihan mitra. Melalui digitalisasi berbasis RPA dan OCR, kami memastikan proses berjalan lebih cepat, transparan, dan tetap mengedepankan prinsip compliance,” kata Hery dalam keterangan resminya pada Kamis (19/2).
Sebelum inovasi itu, kata Hery, proses administrasi proyek mengandalkan dokumen fisik, tanda tangan basah, dan melewati alur verifikasi berlapis. Hal itu, kerap memicu pemborosan sumber daya, peningkatan biaya operasional, dan menimbulkan keluhan mitra terkait lamanya proses pembayaran.
Dengan Lensa Invoice Material, lanjut Hery, seluruh proses dialihkan ke digital, mulai dari penerbitan purchase order, verifikasi dokumen, hingga pembayaran mitra dengan RPA untuk menjalankan proses tanpa intervensi fisik, serta teknologi OCR.
Sementara itu, Direktur Business & Strategy Telkom Akses Djoko Srie Handono menambahkan, Lensa Invoice Material menjadi instrumen penting dalam mempercepat siklus bisnis dan memperkuat kemitraan. Sistem itu juga memberikan kepastian proses bagi mitra, sejak tahap pengadaan hingga pembayaran.
Dengan hadirnya Lensa Invoice Material, kata Djoko, Telkom Akses mempertegas komitmennya dalam membangun tata kelola yang transparan, efisien, dan berkelanjutan. Ke depan, Telkom Akses akan terus mengembangkan kapabilitas digital berbasis otomatisasi cerdas sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Dengan proses penagihan yang terstandarisasi, terotomatisasi, dan transparan, kami dapat mempercepat siklus bisnis sekaligus membangun hubungan kemitraan yang lebih sehat, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujar Djoko.