Negara yang Beraliansi dengan AS-Israel Terancam di Selat Hormuz, Anggota DPR Ini Minta Indonesia Hengkang dari BoP

0
74
Reporter: Wisnu Yusep

Sikap tegas ditunjukkan oleh Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin terkait keberadaan Indonesia di keanggotaan Board of Peace (BoP). TB Hasanddin pun meminta agar Indonesia cepat hengkang dari BoP.

Pasalnya, situasi di Timur Tengah saat ini kian memanas dengan keluarnya larangan dari Pemerintah Iran secara resmi, yang melarang secara total pengiriman barang dari dan menuju pelabuhan-pelabuhan bagi negara yang beraliansi dengan Israel dan Amerika Serikat.

Dan posisi Indonesia saat ini merupakan anggota dari BoP bentukan Presiden AS Donald Trump.

​”Saya pribadi sebagai Anggota DPR sudah sejak awal meminta keluar dari BoP,” ujar politisi PDIP ini saat dikonfirmasi The Iconomics, Sabtu (28/3/2026)

Keberadaan Indonesia dalam organisasi tersebut, kata dia, sejak awal telah melenceng dari amanat konstitusi dan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

TB ​Hasanuddin lantas memberikan alasan yang mendasari desakan tersebut, yakni partisipasi Indonesia dalam BoP mencederai prinsip dasar negara.

Ia menegaskan bahwa peran menjaga perdamaian dunia tidak tercermin jika Indonesia justru bergabung dengan organisasi yang membiarkan agresi militer, khususnya terkait invasi Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

​TB Hasanddin pun menganggap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak menunjukkan sikap tegas dalam mengutuk agresi tersebut. Hal ini, menurut Hasanuddin, memperkuat persepsi publik internasional bahwa Indonesia mulai berpihak dan kehilangan komitmen terhadap penghormatan kedaulatan negara lain.

Baca Juga :   Wakil Ketua Komisi VI Dukung Pemerintah Subsidi Harga Minyak Goreng Curah

Sementara, ​dari sisi ekonomi, TB Hasanuddin memandang bahwa alokasi anggaran untuk pengiriman pasukan TNI dalam ISF dinilai akan membebani fiskal negara di tengah tekanan ekonomi global akibat konflik AS-Israel-Iran.

“Terlebih, dampak invasi AS-Israel ke Iran telah menimbulkan ketidakpastian ekonomi global yang berpotensi memengaruhi stabilitas fiskal Indonesia,” bebernya.

Ia pun meminta pemerintah lebih selektif menggunakan anggaran negara guna menjaga stabilitas domestik. Dengan situasi Timur Tengah yang kian menanas ini, kata dia, Indonesia berisiko terseret dalam dinamika geopolitik yang kompleks dan merugikan.

“Apalagi, saat ini Indonesia mulai dipandang sebagai pendukung kepentingan AS dan Israel yang menggunakan jalur kekerasan dalam penyelesaian konflik,” jelasnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics