Meski Laba Anjlok, BRI Tetap Tebar Dividen Lebih Tinggi Tahun Ini

0
140

Meski laba bersihnya turun 5,49% pada 2025, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tetap membagikan dividen jumbo. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Jumat pekan lalu.

RUPST menetapkan total dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346,00 per saham. Nilai tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp137 per saham atau Rp20,6 triliun yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2026.

Sepanjang 2025, BRI membukukan laba bersih sebesar Rp56,65 triliun, turun sekitar 5,49% dibandingkan Rp59,94 triliun pada 2024.

Meski laba menurun, nilai dividen tahun ini justru lebih besar. Sebagai perbandingan, dari laba bersih Tahun Buku 2024, BRI membagikan dividen sebesar Rp51,73 triliun atau Rp343,40 per saham.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen final merupakan wujud komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil optimal bagi pemegang saham. Hal ini didukung oleh kinerja keuangan yang tetap solid serta pengelolaan risiko yang terjaga.

Baca Juga :   Lebih Besar dari Tahun Lalu, Trisula Textile Industries Tbk  Kembali Bagikakan Dividen

“Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja perseroan yang tetap positif, ditopang penguatan pada segmen UMKM sebagai core business BRI, serta akselerasi transformasi digital yang terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujar Hery.

Ia menambahkan, pembagian dividen tersebut tidak hanya mencerminkan kinerja perseroan yang solid, tetapi juga menunjukkan fundamental bisnis BRI yang kuat dan berkelanjutan.

“Sebagai bagian dari Danantara, pembagian dividen ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata BRI dalam mendukung pembangunan nasional, sejalan dengan peran perseroan dalam memperkuat pembiayaan UMKM dan mendorong transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan,” katanya.

Selain penetapan dividen, RUPST juga menyetujui enam agenda lainnya, mulai dari pengesahan laporan tahunan hingga perubahan anggaran dasar.

Pada agenda pertama, RUPST menyetujui Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025, termasuk pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Desember 2025 serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris. Rapat juga mengesahkan Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) Tahun Buku 2025.

Seiring dengan itu, RUPST memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi atas tindakan pengurusan dan kepada Dewan Komisaris atas tindakan pengawasan selama Tahun Buku 2025.

Baca Juga :   BCA Bagikan Dividen Interima Pertama Rp 20 Per Saham di Kuartal II/2026

Pada agenda ketiga, RUPST menyetujui pemberian wewenang penetapan gaji/honorarium, fasilitas, dan tunjangan Tahun Buku 2026 serta remunerasi atas kinerja Tahun Buku 2025 bagi Direksi dan Dewan Komisaris.

Agenda keempat menyepakati penunjukan akuntan publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Tahun Buku 2026 serta Laporan Keuangan Program PUMK Tahun Buku 2026.

Selanjutnya, pada agenda kelima, RUPST menyetujui pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027 beserta perubahannya kepada pihak yang ditunjuk RUPS.

Pada agenda keenam, RUPST menerima laporan realisasi penggunaan dana Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2025 dan Tahap II Tahun 2026, sesuai dengan ketentuan POJK No. 30/POJK.04/2015.

Adapun pada agenda ketujuh, RUPST menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait perubahan klasifikasi saham, yakni Saham Seri B milik Negara Republik Indonesia melalui BP BUMN menjadi Saham Seri A Dwiwarna. Perubahan ini dilakukan dalam rangka pemenuhan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

Leave a reply

Iconomics