Perusahaan Indonesia, Singapura dan Thailand Masuk 5 Teratas Fortune Southeast Asia 500™ Tahun 2026

0
25

Lima perusahaan teratas pada peringkat Fortune Southeast Asia 500™ tahun 2026 diduduki oleh perusahaan-perusahaan berpusat di Indonesia, Singapura dan Thailand. Peringkat ini berisi perusahaan-perusahaan terbesar di kawasan ini dan diurutkan berdasarkan pendapatan untuk tahun fiskal 2025.

Trafigura Group menduduki peringkat teratas dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026 (peringkat ke-1) selama tiga tahun berturut-turut. Perusahaan yang bergerak pada perdagangan komoditas yang berkantor pusat di Singapura ini berpendapatan US$240,3 miliar.

Kemudian perusahaan energi milik negara Thailand, PTT berada di peringkat 2 dengan pendapatan US$81,0 miliar.  Pertamina dari Indonesia peringkat 3 dengan pendapatan US$70,9 miliar. Pada peringkat ke-4, raksasa agribisnis asal Singapura, Wilmar International dengan pendapatan US$70,4 miliar. Posisi ke-5 adalah Olam Group dari Singapura US$51,5 miliar.

Fortune menyebut Vietnam menjadi negara dengan pertumbuhan paling menonjol dalam peringkat tersebut. Total pendapatan 72 perusahaan Vietnam mencapai US$177,9 miliar, naik 10,5% dibandingkan tahun sebelumnya atau tiga kali lipat dari rata-rata pertumbuhan regional.

Adapun Thailand menjadi negara dengan jumlah 105 perusahaan dalam daftar ini, sedikit lebih unggul dari Indonesia yang memiliki 104 perusahaan. 82 perusahaan asal Singapura menghasilkan total pendapatan nasional tertinggi dalam peringkat tersebut, yaitu US$657,6 miliar. Malaysia mencatatkan 93 perusahaan, Vietnam 72 perusahaan, Filipina 42 perusahaan dan Kamboja 2 perusahaan.

Baca Juga :   Semester I-2021 Setor Rp110,6 Triliun, Apakah Pertamina akan Melampaui Setoran 2020?

Sektor energi tetap mendominasi dari segi pendapatan sebesar 31,5% yang dihasilkan oleh 57 perusahaan. Sektor energi dipimpin oleh perusahaan-perusahaan besar di bidang minyak dan gas yang berafiliasi dengan negara dan telah menjadi andalan dalam daftar ini sejak pertama kali diluncurkan pada 2024. Sektor keuangan menempati peringkat kedua berdasarkan jumlah perusahaan dengan 76 perusahaan dan menyumbang 16,2% dari pendapatan. Namun gambaran ini berubah ketika mempertimbangkan laba: Perusahaan sektor energi menyumbang 15,7% dari total laba dalam daftar tersebut, sedangkan sektor keuangan menyumbang 43%. Di antara 34 perusahaan yang baru masuk ke dalam daftar, Thailand mencatat jumlah terbanyak dengan sembilan perusahaan, disusul Malaysia dengan delapan perusahaan; Sektor Keuangan dan Teknik & Konstruksi masing-masing menyumbang enam perusahaan.

“Yang paling jelas terlihat di Southeast Asia 500 tahun ini adalah bahwa Asia Tenggara mulai melepaskan diri dari identitasnya yang bergantung pada komoditas. Kekuatan utama dunia usaha di kawasan ini semakin bergeser ke sektor keuangan, teknologi, dan kelompok baru perusahaan unggulan nasional,” kata Andrew Staples, Editorial Director kawasan Asia.

Baca Juga :   Inovasi Pertamina, Dukung Transisi Energi di Indonesia

“Edisi keempat pada tahun 2027 akan mengungkapkan apakah tahun 2026 menjadi awal pergeseran nyata dalam peta kekuatan perusahaan Asia Tenggara, atau hanya menjadi tahun yang sangat menguntungkan bagi kelompok perusahaan baru di kawasan ini,” katanya.

Ambang batas pendapatan untuk Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026 naik menjadi US$440,6 juta atau meningkat 26% dibanding tahun lalu. 500 perusahaan tersebut bersama-sama menghasilkan pendapatan US$1,878 triliun untuk tahun fiskal 2025, naik 3,4% dari angka yang sebanding dalam daftar yang diterbitkan tahun lalu, dengan laba gabungan sebesar US$150 miliar. Dominasi perusahaan-perusahaan teratas masih sangat kuat, yakni lima perusahaan teratas mencatatkan pendapatan sebesar US$514,1 miliar (27,4% dari total); sedangkan 20 perusahaan teratas mencatatkan US$850,4 miliar (45,3%).

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics