BNC Cetak Kinerja Positif di Semester I/2026, Laba Bersih Capai Rp 294,85 M

0
11
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mencetak kinerja keuangan positif di Semester I/2026. Laba bersih setelah pajak, misalnya, berhasil mencapai Rp 294,85 miliar atau naik 6,81% secara tahunan (yoy) dibandingkan Semester I/2025.

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono mengatakan, pihaknya pun mencatat total aset sebesar Rp 17,45 triliun. Kemudian, dana pihak ketiga (DPK) Rp 12,30 triliun.

“Selama lebih dari 5 tahun melayani nasabah sebagai salah satu pelopor bank dengan layanan digital, BNC telah membangun pengalaman, kapabilitas, serta fondasi operasional yang semakin matang,” kata Eri dalam acara media gathering di Jakarta, Jumat (31/7).

Soal likuiditas industri perbankan relatif ketat, kata Eri, BNC tetap menjaga dan mengelolanya dengan bijak, dan terukur. Buktinya komposisi dana BNC semakin baik di antaranya dana tabungan meningkat menjadi Rp 3,39 triliun, atau tumbuh 2,10% yoy dibandingkan periode sebelumnya.

Kemudian, kata Eri, pendapatan bunga bersih (NII) sebesar Rp 1,11 triliun, pendapatan berbasis komisi naik menjadi Rp 59,66 miliar, tumbuh 6,77%. Dari sisi produk, layanan QRIS meningkat signifikan dengan jumlah transaksi sebesar 124% menjadi 267,4 juta di Semester I/2026 dari 119,3 juta kali pada Semester I/2025.

Baca Juga :   Anggota Komisi I DPR: Teknologi Digital Timbulkan Peluang Positif Sekaligus Ancaman

Untuk pendapatan dari transaksi QRIS, kata Eri, BNC membukukan sebesar Rp 25,8 miliar pada Semester I/2026. Angkanya meningkat 246% dari sebelumnya Rp 7,4 miliar pada Semester I/2025.

“Semester I/2026 menunjukkan strategi kami untuk mengutamakan kualitas pertumbuhan, efisiensi operasional, serta pengelolaan risiko yang lebih disiplin telah memberikan hasil yang positif,” ujar Eri.

Masih soal kinerja, kata Eri, efisiensi operasional terus mengalami perbaikan. Rasio BOPO membaik menjadi 82,31% dibandingkan 84,81% pada Semester I/2025, atau mengalami perbaikan 2,50%. Sementara itu, rasio return of assets juga meningkat menjadi 3,23% dari 3,09%. Naik 0,14% secara tahunan, yang menunjukkan kemampuan BNC dalam menghasilkan laba dari aset semakin membaik.

Dari sisi kualitas aset, kata Eri, rasio kredit macet (NPL) gross ditekan menjadi 2,99% dari 3,19% pada periode yang sama tahun lalu. Lalu, capital adequacy ratio (CAR) meningkat menjadi 50,23%, dibandingkan 41,27% pada Semester I/2025. Modal inti turut naik menjadi Rp 4,20 triliun, tumbuh 14,52% yoy.

Dalam penyaluran kredit, kata Eri, BNC mencatat total kredit sebesar Rp 7,13 triliun, menurun 11,79% yoy. Penyaluran kredit kepada segmen konsumer dan UMKM secara gabungan meningkat menjadi Rp 5,80 triliun, tumbuh 6,68% yoy dari Semester I/2025 sebesar Rp 5,44 triliun.

Baca Juga :   PGE Catatkan Laba Bersih Rp 714 M di Kuartal I/2023, Naik 49,3%

“Kami percaya pertumbuhan yang berkelanjutan harus dibangun di atas fondasi kinerja yang kuat, teknologi yang semakin andal, serta kepercayaan yang terus tumbuh dari nasabah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Eri

Untuk selanjutnya, kata Eri, BNC akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengembangan produk, dan layanan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Juga berupaya meningkatkan kualitas layanan, optimalisasi efisiensi operasional, dan meningkatkan penggunaan teknologi secara tepat.

Dengan struktur permodalan yang semakin kokoh, kualitas operasional yang terus membaik, dan pengalaman lebih dari 5 tahun sebagai bank dengan layanan digital, BNC kini menjadi bank berbasis digital yang sehat dan siap memasuki fase pertumbuhan berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh stakeholders,” ujar Eri.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics