Investor Emas Menggeliat, Syailendra Capital Luncurkan ETF Syariah

0
6

PT Syailendra Capital memperdagangkan Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kehadiran ETF Sharia Gold menjadi sangat relevan di tengah meningkatnya perhatian dan kesadaran investor terhadap emas sebagai salah satu aset diversifikasi portofolio.

Berdasarkan data Bloomberg yang diolah Syailendra Research, harga emas mencatat pertumbuhan rata-rata sekitar 10% dalam 15 tahun terakhir dan menjadi winning asset sebanyak lima kali sepanjang 2014–2025. Secara historis, emas juga menunjukkan ketahanan dalam sejumlah periode tekanan pasar termasuk saat Global Financial Crisis tahun 2008 dan pandemi Covid-19 lalu.

“Melalui Syailendra ETF Sharia Gold, kami ingin menghadirkan alternatif investasi emas yang tidak hanya menawarkan eksposur terhadap aset emas, tetapi juga memberikan kemudahan, transparansi, dan efisiensi dalam proses investasinya. Bagi kami, peluncuran ini bukan sekadar menghadirkan produk baru, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen kami untuk membantu masyarakat memahami fungsi dan peran aset emas sebagai salah satu instrumen investasi dan bagaimana menggunakannya secara ideal dalam portofolio investasi jangka panjang,” kata Chief Executive Officer Syailendra Capital, Fajar R. Hidajat dalam keterangannya.

Baca Juga :   Pegadaian Perluas Program The Gade Integrated Farming, Kali ini ke Tulungagung

XSGO dapat diakses melalui Pasar Primer yakni melalui PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia selaku dealer partisipan dengan minimum pembelian pertama setara 500 gram emas atau sekitar Rp1,5 miliar (asumsi harga Rp3 juta/gram). Adapun lewat Pasar Sekunder melalui perusahaan efek/broker dengan minimum transaksi 1 lot atau 100 unit atau sekitar Rp100 ribu.

Emas sebagai underlying dari Electronic Gold Receipt (EGR) pada XSGO disediakan dan disimpan oleh PT Pegadaian selaku Gold Custody dan Gold Provider yang juga menyediakan kuotasi harga emas sebagai salah satu referensi dalam perhitungan nilai XSGO. PT Bank CIMB Niaga Tbk bertindak sebagai Bank Kustodian yang menjalankan fungsi kustodian atas aset ETF sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui struktur ETF ini, pihak Pegadaian mengupayakan untuk menjaga spread harga beli-jual sebesar 2% hingga 3% (berdasarkan harga acuan Pegadaian), relatif lebih rendah dibandingkan spread pembelian emas digital (melalui platform) ataupun emas fisik yang bisa mencapai 7% hingga 9%.

Leave a reply

Iconomics