Sequis Life Dorong Wirausaha Perempuan Naik Kelas dengan Perkuat Manajemen Keuangan
PT Asuransi Jiwa Sequis Life mendorong wirausaha perempuan naik kelas, dengan memperkuat manajemen keuangan. Apalagi menjadi wirausaha tidak hanya sekadar memiliki produk yang baik, tetapi perlu juga menguatkan fondasi keuangan, dan kemampuan mengembangkan bisnis secara strategis.
Dalam materi program Sequis SHEPRENEUR Learning Series, Sequis Life mengangkat 2 tema yakni “Managing Financial Risks for You and Your Family” dan “Growth Marketing“. Pada sesi pertama, Agency Development Manager Sequis Life Andrew Tjengharwidjaja mengatakan, pihaknya meminta peserta merencanakan keuangan dengan menabung, berinvestasi, atau menyiapkan biaya kebutuhan keluarga.
Apalagi setiap tujuan finansial, kata Andrew, perlu mempertimbangkan berbagai risiko yang dapat menghambat pencapaian. Ada 3 risiko kehidupan yang perlu diperhatikan, yakni umur pendek, sakit atau kecelakaan, dan umur panjang.
“Misalnya saja, sakit atau kecelakaan, tidak hanya dapat menimbulkan biaya pengobatan, tetapi juga mengganggu kemampuan seseorang untuk bekerja dan menghasilkan pendapatan. Bagi seorang wirausaha, kondisi tersebut dapat berdampak pada keuangan keluarga sekaligus keberlangsungan bisnis yang sedang dibangun,” kata Andrew dalam keterangan resminya pada Rabu (12/8).
Selanjutnya, kata Andrew, umur panjang pun membawa tantangan tersendiri. Semakin panjang masa hidup, maka semakin lama pula kebutuhan finansial yang perlu dipersiapkan, termasuk biaya kesehatan, dan biaya hidup saat memasuki masa pensiun.
Untuk itu, kata Andrew, perencanaan perlu dilakukan sejak dini, agar kebutuhan tersebut tidak menjadi beban bagi kondisi finansial keluarga pada masa depan. Atas dasar itu, peserta diperkenalkan pada pentingnya membangun fondasi keuangan melalui pengelolaan penghasilan dan pengeluaran, dana darurat, serta pengelolaan pinjaman konsumtif.
Pada sesi berikutnya, praktisi growth marketing dari Katalis AI Michelle Fno menjelaskan, pemasangan iklan dan mendatangkan traffic tidak cukup untuk menghasilkan pertumbuhan penjualan, tetapi juga perlu menjaga profitabilitas bisnis. Keberhasilan pemasaran dapat dinilai berdasarkan kontribusi terhadap bisnis, mulai dari konversi penjualan, dan pembelian berulang hingga margin yang dihasilkan.
“Karena itu, setelah iklan berhasil menarik calon pelanggan, pelaku usaha perlu memastikan bahwa mereka menerima penawaran yang relevan, diarahkan melalui proses pembelian yang efektif, dan memiliki alasan untuk kembali bertransaksi. Seluruh proses tersebut harus dijalankan dengan biaya akuisisi pelanggan yang tetap sejalan dengan margin usaha,” ujar Michelle.
Dalam sesi itu, peserta diperkenalkan pada pendekatan usaha berbasis data sebagai dasar pengambilan keputusan pemasaran. Adapun prosesnya dimulai dengan melakukan audit untuk melihat kondisi bisnis, dan memahami pelanggan. Dilanjutkan dengan menciptakan strategi, dan konten, kemudian menguji efektivitas, mengevaluasi hasil, dan mengembangkan strategi untuk bagian yang menunjukkan kinerja terbaik.
Lewat sesi Growth Marketing, peserta Sequis SHEPRENEUR mendapatkan pemahaman bahwa pertumbuhan usaha tidak ditentukan oleh besarnya anggaran iklan. Pertumbuhan yang sehat justru membutuhkan pemahaman pelanggan, penawaran yang tepat, proses pembelian yang efektif. Juga pengujian strategi secara disiplin, dan kemampuan membaca data, dan menghubungkan biaya pemasaran dengan margin usaha.