BNC Imbau Masyarakat agar Hati-Hati Transaksi Keuangan Digital, Berikut Alasannya

0
18
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mengimbau masyarakat berhati-hati menyikapi perkembangan teknologi digital. Dan terutama berkaitan dengan transaksi keuangan.

Direktur Utama BNC Eri Budiono mengatakan, sebagai salah satu bank dengan layanan digital, BNC memiliki tanggung jawab terus memperkuat teknologi keamanan, meningkatkan kemampuan deteksi transkasi mencurigakan, dan mengedukasi masyarakat semakin waspada terhadap berbagai penipuan digital.

“Lebih berhati-hati dalam mempercayai sesuatu, hindari sembarang mengklik tautan, jangan pernah membagikan data rahasia, selalu memverifikasi sebelum bertransaksi, dan segera melaporkan jika menemukan indikasi penipuan,” kata Eri dalam keterangan resminya pada Rabu (26/8).

Bank Neo, kata Eri, menyediakan berbagai kanal informasi, dan panduan terkait serba-serbi keuangan. Hal itu dinilai sejalan dengan kampanye Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan).

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), kerugian akibat spam dan scam di Indonesia telah mencapai Rp 7,5 triliun. Sementara, data dari OJK mengungkapkan bahwa Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima pengaduan penipuan dari konsumen, dan masyarakat sebanyak 43.637 aduan, dengan total nilai Rp 9,1 triliun pada 22 November 2024 hingga 14 Januari 2026. Total dana yang berhasil diblokir IASC sebesar Rp 436,88 miliar.

Baca Juga :   Hari Konsumen Momentum Tingkatkan Kesadaran Masyarakat soal Produk Keuangan Digital

Karena itu, kata Eri, pihaknya membagikan 5 kiat sederhana yang bisa dilakukan untuk menghindari penipuan digital. Pertama, lebih berhati-hati dalam mempercayai sesuatu. Kedua, hindari mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal, atau dipercaya.

Ketiga, melindungi data rahasia. Keempat, verifikasi sebelum melakukan tansfer. Kelima, melaporkan dan memblokir akun yang mencurigakan.

“Pemberantasan scam bukan hanya tentang bagaimana kita merespons ketika penipuan terjadi, tetapi bagaimana kita membangun sistem yang mampu mencegah sejak awal,” ujar Eri.

Masih kata Eri, pihaknya berharap nasabah dapat memanfaatkan berbagai informasi yang terdapat di berbagi kanal yang disiapkan BNC. Hal itu dilakukan agar nasabah dapat lebih paham tentang berbagai aspek keuangan, dan memahami potensi-potensi yang dapat merugikan.

“Kami percaya bahwa melawan scam membutuhkan kolaborasi dan bank tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi antara industri perbankan, regulator, aparat penegak hukum, penyedia teknologi, dan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat menjadi kunci untuk mempersempit ruang gerak penipuan. Kehadiran IASC juga menjadi langkah peting dalam mempercepat koordinasi dan penanganan kasus penipuan di sektor keuangan,” kata Eri.

Leave a reply

Iconomics