Anggota Komisi VI Ini Sebut DPR Dukung Rencana Pemprov Jabar Bentuk Badan Pengelola Investasi

0
10
Reporter: Rommy Yudhistira

Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron menyebut pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, sedang mengkaji pembentukan badan pengelola investasi, atau sovereign wealth fund seperti layaknya Danantara Indonesia.

Pembentukan badan pengelola investasi tersebut, kata Herman, bagian dari upaya Pemprov Jabar menjadikan badan usaha daerah sebagai sumber fiskal. DPR pun mendukung rencana tersebut melalui penyusunan Rancangan Undang-Undang Milik Daerah (BUMD).

“Jawa Barat ingin membentuk seperti Danantara. Jadi saya kira ini iklim bagus, semakin baik, dengan prinsip-prinsip business judgement rule, dan kemudian dengan kepastian hukum, dan tata kelola yang baik,” kata Herman saat ditemui di gedung Bulog, Jakarta, Rabu (16/9).

Mengenai penguatan tata kelola BUMD, kata Herman, pihaknya sudah bertemu dengan Pemprov Jabar untuk membahas kebijakan tersebut. Namun, prosesnya masih terkendala dengan peraturan pemerintah saat ini.

Untuk itu, DPR bersama pemerintah akan mencari solusi agar persoalan yang menjadi tantangan dapat segera diselesaikan.

“Ini memang harus diluruskan, dan kami memandang penting. Karena inisiatifnya bukan dari Komisi VI, inisiatifnya dari Baleg (DPR). Maka kami melihat memang ada hal yang krusial untuk lebih juga mendorong BUMD menjadi sumber fiskal bagi daerah,” ujar Herman.

Baca Juga :   Telkom Group Diminta Bikin Platform Rapat agar Rahasia Negara Bisa Dijaga

Melalui penguatan tata kelola BUMD, kata Herman, DPR ingin menyehatkan seluruh perusahaan nasional baik BUMN maupun BUMD. Dengan penyehatan tata kelola perusahaan, BUMN/BUMD diharapkan dapat lebih mendorong perekonomian nasional ke tingkat yang lebih baik lagi.

“Jadi dengan cara streamlining ini, tata kelola yang baik. Restrukturisasi, penghematan atau efisiensi ini Rp 50 triliun (penghematan yang dilakukan BUMN). Apalagi dengan menggenjot kinerja masing-masing perusahaan. Saya kira ke depan kita bisa lihat dari keuntungan sekarang saja sudah Rp 300 triliun (BUMN), dividen sudah naik ke Rp 120 triliun. Tentu ini suatu perkembangan yang baik untuk iklim perusahaan,” katanya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics