Komitmen Bisnis Berkelanjutan, DBS Adopsi Taksonomi Transisi Keuangan Berkelanjutan
Lingkungan kerja aman dan sehat di masa pandemi Covid-19/DBS
DBS menerbitkan kerangka kerja dan Taksonomi Transisi Keuangan Berkelanjutan (Sustainable and Transition Finance Framework and Taxonomy). Langkah ini sebagai upaya DBS untuk bermitra dengan nasabah korporasi dari industri utama yang melakukan transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Taksonomi ini dimaksudkan sebagai acuan untuk memandu nasabah korporasi beradaptasi dan membangun ketahanan dalam menghadapi perubahan iklim, kelangkaan sumber daya dan mengatasi masalah kritis isu global seperti kesenjangan sosial.
Group Head of Institutional Banking Tan Su Shan mengatakan bahwa pengenalan kerangka kerja ini menegaskan upaya bank DBS untuk memajukan pembangunan berkelanjutan dengan memfasilitasi kategorisasi, pemantauan dan pelaporan pembiayaan berkelanjutan tidak hanya di DBS tetapi juga di industri perbankan.
“Sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan yang berkesinambungan, kami senantiasa berupaya agar bisnis kami memberikan dampak positif. Kerangka kerja ini bukti nyata komitmen tersebut, dengan pendekatan komprehensif yang dirangkum tiga T, Transisi, Transaksi, dan Transparansi,” kata Tan Su Shan dalam siaran pers.
Ia juga mengatakan pihaknya juga mendorong nasabah untuk bertransisi menuju efisiensi karbon dalam kegiatan operasional dengan mempertimbangkan keberlanjutan yang layak secara komersial.
Head of Sustainability, Institutional Banking Group Yulanda Chung mengatakan bahwa Pembiayaan Transisi penting karena mencapai tujuan iklim memerlukan pengurangan signifikan atas emisi karbon. Di banyak sektor, nasabah korporasi menyadari bahwa solusi pengurangan emisi karbon masih di tahap awal. Karenanya, solusi dengan skala yang memadai belum dapat dicapai karena kendala hambatan biaya dan teknologi.
“Pembiayaan Transisi memiliki banyak interpretasi. Pada dasarnya kami tidak dapat mengabaikan nasabah korporasi yang beroperasi dalam kategori kurang ‘dark-green’ namun menjadi bagian utama ekonomi yang berperan membatasi kenaikan suhu di bawah 1,5 derajat. Setiap langkah transisi menuju pengurangan emisi karbon, seiring waktu akan membuat perbedaan signifikan secara kumulatif,” kata Yulanda Chung.