Tugu Insurance Peroleh Laba Rp262,21 Miliar Hingga 30 September 2022

0
287

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) meraih perolehan laba tahun berjalan konsolidasian Rp 262,21 miliar hingga 30 September 2022. Laba tersebut naik signifikan sebesar 15% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp228,79 Miliar.

“Di triwulan III tahun 2022, Tugu Insurance tetap menunjukkan kinerja positif baik dalam pencatatan produksi premi, pendapatan underwriting, pendapatan investasi hingga pendapatan usaha lainnya”, kata Presiden Direktur Tugu Insurance Tatang Nurhidayat dalam keterangan resmi.

Menurut Tatang, per September 2022 Tugu Insurance mencatatkan perolehan produksi Premi Bruto konsolidasian Rp4,73 triliun, naik 10% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 4,28 triliun, diikuti dengan Pendapatan Underwriting Rp1,68 triliun yang naik 9% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp1,54 triliun. Pada periode ini lini bisnis asuransi kebakaran masih memberikan kontribusi produksi premi terbesar yakni Rp1,76 triliun naik 25% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp1,41 triliun.

Baca Juga :   IFG Berkomitmen Tingkatkan Literasi Keuangan untuk Perkuat Industri Asuransi

“Adapun Pendapatan Investasi tercatat Rp254,02 miliar naik dibandingkan periode tahun lalu Rp233,12 miliar, serta didukung dengan perolehan Pendapatan Usaha Lainnya Rp278,61 miliar turut naik dibanding periode tahun lalu Rp219,77 miliar. Oleh karena itu, kami optimistis kinerja positif ini dapat berlanjut hingga penutupan tahun 2022,” kata Tatang.

Tugu Insurance juga menyebut nilai Aset perseroan tercatat Rp20,85 triliun turut mengalami pertumbuhan bila dibandingkan dengan periode 31 Desember 2021 sebesar Rp20,19 triliun, diikuti  jumlah Ekuitas perseroan pun turut naik menjadi Rp9,06 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,79 triliun,

Kesehatan atas kinerja Induk perusahaan tercatat Rasio Likuiditas yang mencapai 168,58% dan Rasio Beban (Klaim, Usaha dan Komisi) terhadap Pendapatan Premi Neto sebesar 62,10% yang jauh lebih baik dari industri yang sebesar 104,62%. Adapun Risk Based Capital (RBC) Tugu Insurance sebesar 408,44% jauh diatas ketentuan minimal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu sebesar 120%.

Leave a reply

Iconomics