Faisal Basri Menilai Peran Manufaktur Semakin Merosot pada PDB
Tangkapan layar, Ekonom Senior INDEF, Faisal Basri Diskusi Publik Catatan Awal Ekonomi Tahun 2023 pada Kamis (05/01/2023)
Ekonom Senior INDEF, Faisal Basri menyebut peranan sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) merosot sangat tajam dari tadinya 29,1% menjadi 18,3% pada kuartal ketiga 2022.
Lemahnya sektor manufaktur ini membuat Indonesia akan tetap terus bergantung pada ekspor komoditas. Faisal juga menjelaskan bahwa Indonesia mengandalkan pada tenaga otot.
“Akibatnya apa? karena struktur manufakturnya juga lemah menyebabkan yang kita bisa jual keluar juga terbatas manufakturnya. Jadi kita harus semakin terus bergantung pada ekspor komoditas. Yang hanya membutuhkan upaya otot, tenaga, keringat gitu,” kata Faisal dalam Diskusi Publik Catatan Awal Ekonomi Tahun 2023 pada Kamis (05/01/2023).
Penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat juga karena pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan itu sangat dipengaruhi oleh teknologi sehingga banyak menggunakan komponen otak.
“Nah yang namanya pakai otak itu tercermin dari total productivity–nya. Di kita itu mengalami penurunan terus menerus, praktis ga ada naiknya gitu. Memang tahun 2020 turun semua, hampir semua negara turun, namun kalau Indonesia turunnya paling tajam,” lanjutnya.
Faisal juga menjelaskan penggunaan otak itu dipengaruhi oleh tiga hal. Pertama, teknologi dan inovasi. Kedua, kondisi pasar dan ekonomi. Ketiga, culture and society. Penurunan tiga faktor tersebut yang kemudian menyebabkan adanya pelemahan ekonomi secara terus menerus.