Pendapatan Capai Rekor Tertinggi, Laba Bersih BUMI Naik 213% pada 2022

0
308

Emiten batubara yang dikendalikan Grup Bakrie dan Grup Salim, PT BUMI Resources Tbk membukukan pendapatan sebesar US$8,53 miliar secara konsolidasi sepanjang tahun 2022 lalu atau sekitar Rp128 triliun (kurs:15.000). Pendapatan perusahaan batubara terbesar di Indonesia ini naik 57% dibandingkan tahun sebelumnya dan merupakan rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan tersebut.

Kenaikan pendapatan BUMI ini terutama terjadi karena kenaikan harga jual batubara, meskipun volume penjualan mengalami penurunan. Pada tahun lalu, rata-rata harga jual batubara BUMI sebesar US$121 per ton, naik 80%, sementara volume penjualan mencapai 69,4 juta ton, turun 12%. Biaya produksi meningkat dari US$37,1 per ton pada tahun 2021 menjadi US$46,9 per ton pada tahun 2022. Kenaikan biaya produksi ini terjadi karena tingginya harga minyak dan tingginya ratio pengupasan (stripping ratio).

“Tahun ini [2022] menghadirkan tantangan unik seperti hujan lebat yang terus menerus sejak akhir 2021 dan seterusnya, krisis energi, yang diperburuk oleh perkembangan geopolitik, kekhawatiran akan resesi, dan ketidakstabilan keuangan baru-baru ini yang berpotensi menyebabkan gangguan ekonomi lebih lanjut,” ujar Dileep Srivastava, Dirktur sekaligus Sektretaris Perusahaan BUMI, dalam keterangan yang dikutip, Rabu (28/3).

Baca Juga :   KPC Lanjutkan Pemanfaatan FABA

Seiring dengan kenaikan pendapatan ini, laba bersih atau Laba Periode berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik entitas induk juga meningkat sebesar 213% menjadi US$525,3 juta atau sekitar Rp8 triliun.

Tahun 2023 ini, manajemen BUMI menargetkan produksi batubara sebesar 75 juta ton hingga 80 juta ton. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi produksi pada tahun 2022 lalu yang sebanyak 71,9 juta ton. Sementara dari sisi harga, BUMI menargetkan harga batubara pada tahun 2023 ini berada di kisaran US$100 hingga US$105 per ton.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics